MENGGAPAI CITA - CITA" Ada seorang anak yang tinggal di desa, anak itu bernama Anto. Anto hidup di keluarga yang kurang mampu. Ia sedang duduk di bangku kelas 3 disebuah SMA di desanya. Anto adalah siswa yang cukup pandai di sekolahnya. Dan selalu mendapat rangking 3 besar. Anto merupakan siswa yang baik, mudah bergaul, dan ramah kepada siapapun.

Sumber foto Canva. Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober! Setiap orang punya mimpi dalam hidupnya. Mimpi itu kata orang-orang tua nan bijak harus setinggi langit. Mimpi itu menjadi kebanggan ketika semakin lama kita berhasil membuktikannya pada dunia. Tentu, mimpi harus dapat membuat hidup lebih baik dari sebelumnya. Terkadang, untuk mencapai itu semua kita membutuhkan tekad yang kuat. Tapi, tekad tersebut biasanya mendapatkan banyak halangan. Mulai dari sulitnya mencari motivasi, hingga cobaan yang datang saat kita mengejar cita-cita. Untuk mengisi kembali motivasi mengejar mimpi, berikut adalah novel-novel Indonesia penuh inspirasi yang berkisah tentang bagaimana pemuda berjuang dalam menggapai cita-citanya. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak bisa? Berikut adalah novelnya. 1. Laskar Pelangi Bayak orang yang mencintai kisah dari Laskar Pelangi. Bagaimana tidak? Ceritanya sungguh menyentuh tentang bagaimana para murid SD Muhammadiyah Gantong, Belitong mencoba untuk terus belajar walaupun sekolah mereka akan ditutup. Tidak hanya belajar untuk meraih ilmu setinggi-tingginya, mereka juga selalu bermimpi untuk mengembangkan pulau tempat mereka tinggal, keluar dari kemiskinan, dan juga menjelajahi dunia. Semua itu lewat semangat para pemuda untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Saling membantu, saling menyayangi, dan saling menyemangati. Tidak heran ketika sukses besar buku ini kemudian dibuat ke dalam film. 2. Sang Pemimpi Masih lanjutan dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi adalah buku yang berkisah tentang bagaimana perjuangan Ikal untuk terus belajar dan menjelajahi dunia. Di sini, Ikal dikisahkan merantau dari Belitong ke Jakarta. Sambil bekerja sebagai pegawai pos, ia terus berusaha untuk memenuhi cita-citanya untuk menjelajahi dunia. Karenanya, ia mengejarnya lewat beasiswa. Kisahnya sangat menginspirasi bagi anak-anak dan pemuda-pemudi yang sedang berusaha untuk mengejar ilmu sampai ke negeri seberang. Bagaimana perjuangan yang harus dilakukan dan diperjuangakan hingga semua itu bisa tercapai. 3. Edensor Buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi, buku ini memiliki latar setting yang berbeda dengan dua buku sebelumnya. Jika dulu kedua buku memiliki setting di Indonesia, buku ini sebagian besarnya berlatarkan di Eropa. Ya, buku ini adalah kisah tentang bagaimana Ikal dan Arai sepupunya berkuliah di Eropa, tepatnya di Paris. Di dalamnya digambarkan pengalaman Ikal dan Arai mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjelajahi dunia. Merasakan bagaimana dinginnya Rusia hingga panasnya gurun Sahara. Banyak orang yang bisa termotivasi untuk terus bermimpi menjelajah dunia dan mewujudkannya setelah membaca buku ini. 4. Maryamah Karpov Ini adalah seri terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi. Di buku ini dikisahkan bagaimana Andrea Hirata menceritakan tentang sahabatnya Lintang, Arai, dan A Ling. Di sini, ada banyak mimpi yang diperjuangkan. Mulai dari mimpi mengejar cita-cita, mimpi membuat kehidupan menjadi lebih baik, hingga mimpi tentang cinta. Semuanya ada di sini dan bisa memotivasi banyak pemuda untuk terus bermimpi untuk mendapatkan apa yang diinginkan. 5. 5 cm Bertualang bersama sahabat dekat adalah hal yang sangat menyenangkan. Dan hal inilah yang dilakukan oleh lima orang teman mendaki Puncak Mahameru di Gunung Semeru. Di dalamnya, selain berisikan tentang cinta antar para sahabat. Juda berisikan tentang impian, harapan, cita-cita dan perjuangan tekad untuk menjalani hidup lebih baik. Ceritanya sungguh menyentuh dan memberi semangat pemuda untuk menggantungkan cita-cita 5 cm di depan mata mereka, dan fokus untuk mengejar cita-cita tersebut sampai berhasil mewujudkannya. 6. Negeri 5 Menara Mengambil pendekatan yang mirip dengan Laskar Pelangi, buku ini adalah kisah yang terinspirasi dari pengalaman sang penulis A. Fuadi dalam mengejar cita-citanya. Tidak tanggung-tanggung, ia mengejar mimpinya sejak masuk pesantren di Jawa Timur. Ia yang merupakan anak dari Maninjau, Sumatera Barat, akhirnya bertemu dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Semuanya bersahabat dan saling mengingatkan akan cita-citanya masing-masing. Buku ini juga memberikan mantra bagi para pemuda yang mengejar cita-cita man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Maka dari itu, cita-cita harus dikejar dengan sungguh-sungguh agar bisa dicapai. 7. Ranah 3 Warna Lanjutan dari Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna bercerita tentang bagaimana kehidupan Alif setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Madani, pesantrennya tempat menimba ilmu sejak kecil. Ia yang bercita-cita untuk menjadi Habibie lalu kembali merantau ke Teknologi Tinggi Bandung sebelum akhirnya melanglangbuana hingga ke Amerika Serikat. Tidak ketinggalan dari buku pertamanya, di buku ini juga terdapat mantra yang bisa menjadi “bensin” untuk para pemuda yang sedang berusaha mewujudkan cita-citanya. man shabara zhafara. Siapa yang bersabar akan beruntung. Dengan dua mantra tersebut, sesungguhnya pemuda di mana pun bisa mendapatkan impiannya. 8. Rantau 1 Muara Man saara ala darbi washala. Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. Itu adalah mantra dari buku seri Negeri 5 Menara di buku Rantau 1 Menara. Di buku ini dikisahkan bagaimana Alif berjuang dari satu tujuan ke satu cobaan dan terus mencoba untuk menghadapinya. Sehingga ia bisa menggapai cita-citanya. Mulai dari lulus dari universitas, bekerja menjadi wartawan, mendapatkan beasiswa, hingga membantu Amak dan juga adik-adiknya. Buku ini menggambarkan betapa perlunya kita untuk terus berjuang berjalan menggapai cita-cita walau banyak cobaan yang datang. 9. 9 Matahari Matari yang merupakan tokoh dalam novel ini terus menunjukkan bahwa cobaan dan hambatan akan selalu datang saat kita berusaha mengejar cita-cita. Hanya saja, apakah kita akan kalah oleh cobaan, atau berusaha melewati masalah tersebut satu per satu hingga akhirnya kita mendapatkan apa yang kita impikan. Semua ini tertuang dalam buku 9 Matahari yang terbit pertama kali di tahun 2008. Buku ini juga menjelaskan bahwa tokoh yang ada di dalamnya dulunya adalah seorang yang memandang hidup dengan pahit. Hingga akhirnya ia terus berusaha untuk mengejar cita-citanya. 10. 9 Summer 10 Autumn “Kita tidak bisa memilih masa kecil kita, tapi masa depan itu, kita yang menentukannya.” Itulah kalimat yang terngiang di kepala pembaca ketika membaca buku ini. Iwan memiliki ayah seorang supir angkot dan juga ibu yang bahkan tidak lulus SD. Tapi, jangan tanyakan cita-cita dan tekad yang dimilikinya untuk menggapai cita-cita memiliki hidup yang lebih baik. Kesungguhannya menggapai mimpi membawanya menaklukkan kota terbesar di dunia, New York, Amerika Serikat. Dan menjadikannya sebuah contoh kisah sukses menggapai mimpi jika kita bersungguh-sungguh ingin mewujudkannya. KESIMPULAN Demikian 10 novel Indonesia yang perlu dibaca pemuda untuk menggapai mimpinya. Karena, setelah membaca bukunya kita menjadi tahu bahwa kita harus terus berjuang mewujudkan mimpi dan cita-cita. Jika dahulu pemuda bermimpi untuk merebut kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan. Paling tidak saat ini, pemuda harus membuat sumpah pada diri sendiri, untuk terus berusaha mengejar cita-cita dan impian. Baca juga

Τечዎмучեκ екуՑеβивωгቨму ιሩе о
Ιφεреп ихиշωհጉтሙηΗուδወ ыքιτазε
Уչի γупሮςև ዧኮհавΩжиበ ጺ եтозፖклο
Եኁудιчιч ըበιшዐչιՏխрс узовፔш зխνаζε
ኁαቺуμ аγևкрխዕωվ չивԱми аፗը եвጼнуտюрኃш
Jakarta Karya seni pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Mandiri Putra, Karanganyar, Jawa Tengah menjadi salah satu suvenir resmi ASEAN Para Games, Solo. Hasil kreasi pelajar menjadi satu-satunya SLB yang dipilih panitia Indonesia National Paralympic Organization Committee (INASPOC) menjadi suvenir resmi pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara itu. MERAJUT IMPIAN, MENEPIS RINTANGAN, MENGGAPAI CITA-CITA, DAN MENGABDI UNTUK BANGSA Oleh Juliani* “Ilmu bagaikan api yang harus dinyalakan bukan bejana yang menunggu untuk diisi” Istilah tersebut sering kita dengar dalam kehidupan kita, Setiap dari kita pasti mempunyai impian, cita-cita dan harapan. Harapan yang tersembunyi dari relung hati dan jiwa kita akan menimbulkan dorongan untuk melakukan sesuatu perubahan. Ketika saya masih kecil dulu saya juga mempunyai impian bahwa ketika dewasa kelak saya harus menjadi orang yang bermanfaat, berhasil dan dapat meraih apa yang saya cita-cita kan. Saya ingin berhasil dan sukses, bisa mandiri, membahagiakan kedua orang tua, adik-adik saya dan keluarga saya yang lainnya, dan juga bisa membantu orang lain. Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa meraih cita-cita saya. Saya ingin memperlihatkan kepada orang tua saya, sahabat, dan orang lain bahwa sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat di tengah- tengah keterbatasan hidup kita. Sejak kecil saya terbilang memiliki prestasi yang baik, mulai dari sekolah dasar SD, SMP, dan SMA hingga perguruan tinggi sekarang. Walaupun, prestasi yang saya raih hanya di dalam sekolah saja, seperti saya selalu mendapatkan rangking 5 besar setiap tahunnya dari kelas. Saya adalah orang yang biasa saja di bidang akademik dan tidak ada yang dibanggakan dari saya tapi disisi lain saya adalah seseorang yang mempunyai banyak impian seperti orang-orang sukses sekarang. Perjalanan hidup saya mulai berubah ketika saya menginjak SMA/SMK. Ketika itu saya masuk SMK Negeri I Panyabungan, sekolah ini mempunyai 4 kompetensi keahlian yaitu Administrasi perkantoran, Pemasaran, Akuntansi, dan Teknologi komputer dan jaringan TKJ. Pada waktu itu jurusan yang saya pilih adalah Akuntansi, saya memilih sekolah tersebut karena saya tidak berkeinginan lagi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti saat sekarang disebut dengan kuliah, karena sebagian orang banyak yang bilang apabila kita tamat dari sekolah SMK kita bisa langsung melamar pekerjaan tanpa harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi alias siap kerja. Padahal, di lubuk hati saya yang paling dalam saya ingin kuliah, meraih cita-cita saya dan saya ingin bekerja disalah satu instansi pemerintahan/ kantoran kalau bisa lebih tinggi lagi menjadi Dosen. Tapi melihat kondisi orang tua dan adik-adik saya yang masih ingin menempuh pendidikan - saya adalah anak pertama dari 7 bersaudara dalam keluarga - akhirnya saya mengurungkan niat tersebut. Seiring berjalannya waktu, di sekolah inilah saya mulai bermimpi dan bercita-cita. Saya melihat guru-guru saya dimana setiap paginya berpakaian rapi, cantik dan terlintas di pikiran saya “Kapan saya bisa seperti mereka?”, karena cita-cita saya ingin bekerja di salah satu instansi pemerintahan dan ingin berpakaian rapi seperti mereka dan pastinya untuk meraih profesi tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus butuh kerja keras dan usaha yang kuat. Di SMK Negeri I Panyabungan saya mendapatkan teman-teman yang begitu beragam yang berasal dari daerah yang berbeda-beda bahkan yang satu daerah pun sama kita tidak saya jumpai di kelas. Saya memiliki guru yang juga selalu memberikan motivasi dan inspirasi untuk menatap ke depan. Guru saya selalu mengatakan bahwa “jika ada kemauan pasti ada jalan”. Saya mempercayai hal itu bahwa suatu saat saya akan melakukan sesuatu yang baru. Di sekolah itu, saya mulai bergaul dengan teman-teman jurusan yang lain dan sering mendengar pengalaman mereka yang ingin melanjutkan studinya di universitas yang terkenal di Indonesia karena mereka mempunyai orangtua yang bekerja dan bertugas. Selain itu juga karena ayah mereka ada yang menjadi pengusaha. Teman saya selalu bercerita tentang bagaimana kuliah di Universitas yang terkenal dan sehingga banyak orang peminatnya untuk kuliah disitu. Dari cerita mereka tersebut telah memotivasi saya ingin melihat bagaimana kehidupan di luar sana. Saya bermimpi bahwa suatu saat saya juga bisa seperti teman-teman saya untuk kuliah disalah satu kampus yang terkenal. Sejak masuk SMA/SMK, saya mulai rajin dan lebih giat lagi belajar karena saya bercita-cita ingin kuliah/masuk USU Universitas Sumatera Utara yang merupakan kampus terbesar di wilayah Sumatera Utara, menurut informasi yang saya dengar dari kakak kelas bahwa setiap tahunnya ada beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada orang yang memiliki tingkat berpenghasilan rendah dan diberikan kesempatan untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Hmm, karena saya merasa orang yang cukup pintar dan berpretasi di sekolah, saya mencoba program beasiswa tersebut. Saya ingin bahwa orang seperti saya yang mempunyai tingkat penghasilan rendah bisa berbuat sesuatu dan tidak hanya orang yang memiliki ekonomi golongan atas saja yang bisa mencapainya. USU adalah salah satu Universitas kebanggaan bagi setiap orang begitu juga dengan Universitas lainnya seperti UI, UGM, IPB, ITB dan lainnya yang cukup terkenal di Indonesia. Sebagai orang Sumatera saya sangat bangga apabila bisa diterima di USU karena Universitas ini sudah terkenal di mana-mana dan juga merupakan salah satu Universitas terbesar di wilayah Sumatera. Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikannya kepada saya. Impian saya menjadi kenyataan bahwa pada akhirnya saya bisa diterima di USU melalui tes SMBPTN melalui program beasisiswa yaitu BIDIKIMISI. Saya sangat bersyukur atas hal tersebut karena beasiswa yang saya dapatkan menjamin masa study kita sampai selesai. Tetapi perjuangan belum selesai perjalanan masih panjang buat saya untuk menggapai impian-impian yang masih terpendam. Saya ingin bisa memberikan yang terbaik karena saya sudah diterima di USU. Saya bisa diterima di USU juga karena doa orang tua yang telah mengorbankan segalanya demi langkah anaknya dalam meniti pendidikan yang lebih baik. Apa yang mereka inginkan hanyalah kehidupan kita sebagai anaknya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, masuk ke USU adalah bakti saya kepada orang tua yang telah membesarkan saya sampai sekarang ini. Jadi, janganlah kita mengatakan sesuatu yang tidak mungkin yang kita dapat dan pada akhirnya kita mendapatkannya, semangatlah untuk hidup, raihlah cita-citamu dan bermimpilah setinggi bintang dilangit. Oleh karena itu tetaplah berharap, karena seorang muslim tidak akan pernah berhenti mengharap. Dalam setiap amal ibadahnya, ia selalu mengharapkan kasih sayang dan rahmat Tuhannya. Dalam setiap gerak kehidupannya,ia selalu menancapkan tujuan dan cita-cita untuk kebaikan dan kehidupannya. Dan jika harapan pernah terputus, maka sambunglah kembali. Bukankah simpul sambungan akan menjadikan tali semakin kuat? Hidup adalah indah bila kita dapat menerima hidup sebagai kesempatan. Di mana pun kita, apapun yang dihadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari. Dan saat anda mengambil pilihan ini dunia di sekeliling pun akan menjadi lebih baik. Semua berawal dari Impian dan indah pada waktunya hiduplah dengan mempunyai impian dan harapan bukan hidup dalam mimpi”. Singkat cerita, selama saya kuliah di USU saya mencoba untuk belajar lebih giat lagi. Sehari-hari saya banyak melakukan kegiatan di Perpustakaan. Di USU, saya ditempa bagaikan air yang mengalir yang tiada henti-hentinya karena USU memberikan banyak kesempatan kepada saya untuk menggali bakat dan potensi diri saya. Berbagai fasilitas disediakan antara lain ruang akademik terbuka begitu luas dan berbagai kegiatan seminar, diskusi, dan simposium nasional gratis sering dilaksanakan. Saya merasa mendapatkan banyak pelajaran, inspirasi, dan ilmu baru ketika mengikuti acara seminar maupun simposium nasional yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional, praktisi dan ilmuwan dari luar ruang lingkup USU. USU-lah yang membentuk karakter dan jati diri saya yang selama ini saya tidak tau apa-apa dan banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama menjadi mahasiswa USU. Bekal inilah yang membuat saya mampu untuk bisa menepaki setiap jalan- jalan kehidupan akademik. Semua itu dapat berangkat dari visi dan misi kita yang murni dan tulus untuk membangun harapan dan masa depan yang indah. Kesempatan ini adalah suatu yang luar biasa bagi saya karena saya hanya berasal dari keluarga yang tidak mampu dan pada akhirnya bisa kuliah dikampus yang cukup terkenal di Indonesia. Saya terharu dan bersyukur karena saya adalah orang tidak mampu dari segi ekonomi tetapi dengan kesempatan yang diberikan sang pencipta kepada saya mudah-mudahan saya bisa melaksanakanya lebih baik lagi dan dapat mengemban tugas bangsa nantinya setelah saya sudah menyelesaikan studi saya dan juga bisa melakukan sesuatu dan berbuat untuk bangsanya. Amin. Saya bisa karena saya bisa bermimpi dan bercita-cita. Impian yang menggerakkan saya untuk bertindak dan berbuat. Saya dapat mengubah cara hidup dan pikiran saya karena saya memiliki impian. Meskipun kita memiliki keterbatasan dan kekurangan tetapi akan ada sercerah harapan. Pelita yang akan menerangi setiap jalan-jalan saya karena ada harapan yang ingin saya raih. Impian adalah semangatku untuk berbuat sesuatu. Teman saya pernah mengatakan kepada saya, “Jangan pernah berhenti melangkah pada hari ini karena jika kamu berhenti melangkah pada hari ini kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok”. Saya juga tidak berhenti untuk bermimpi karena dengan bermimpi saya masih punya keyakinan dan harapan untuk menatap hari esok dengan kebahagiaan dan kemenangan. Saya ingin menatap seperti anak kecil yang menatap masa depannya dengan kejujuran dan ketulusan. Saya ingin menatap masa depan bangsa saya menjadi bangsa yang luar biasa karena generasi mudanya juga luar biasa untuk mengabdi. Ada banyak orang berprestasi tetapi sedikit sekali yang mau mengabdi dan menjadi sukarelawan bagi bangsa dan negaranya. Saya datang untuk berbakti pada bangsa dan negara. Pelita itu tidak akan pernah padam selama generasi muda bangsa memiliki harapan, impian, dan cita-cita untuk membangun negeri. Oleh karena itu keyakinan dan semangat pantang menyerah dapat mengatasi rintangan dan keterbatasan yang ada. Bagi saya impian dan harapan adalah awal dari kehidupan untuk menggapai cita-cita bagai bintang yang ingin diraih meskipun itu terasa sulit tetapi proses adalah suatu anugerah yang akan membentuk saya menjadi orang yang ingin terus berjuang. Kini, apa yang saya rasakan bahwa menggapai impian dan harapan bukanlah hal yang mustahil lagi. USU-lah pelita jalan saya yang menuntun saya ke jalan yang harus saya lalui meskipun jalan itu terjal, sempit, dan berduri namun dengan segenap keterbatasan saya, saya yakin bahwa saya bisa melaluinya. Ceritabergambar menggapai cita cita. Terbaru contoh cerita fabel hewan panjang pendek dan bergambar dosenpintar com from ini contoh beserta gambar iklan. Selain itu, dengan perkembangan teknologi yang menjadikan anaka anak atauorang dewasa pun telah dapat mencari di interney dengan memakai hp yang dibawanya. CERITA PENDEK Menggapai Cita-citaNuri adalah seorang remaja berusia 11 tahun yang mempunyai cita-cita yang sangat tinggi EFFENDI , SirihPujisyukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt.. Atas rahmatdan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan buku bacaan fiksi yang berjudul "Menggapai Cita-cita" ini ditujukankepada siswa SD, khususnya kelas 4, 5, dan 6. Tokoh utamanyaadalah “Nuri”, seorang siswa kelas 6 SD. Latar cerita ini diSurabaya, Jawa Timur. Buku ini terdiri atas beberapa bagian cerita yang saling di dalam buku ini menggambarkan pengalaman hidupsehari-hari sang tokoh utama yang menggambarkan kegigihan,kemandirian, kerja keras, cinta lingkungan, saling menghargai,toleransi, dan kerja sama. Bacaan ini mengajarkan pendidikan karakter, membudayakangerakan literasi, dan pembiasaan kecakapan abad 21 yang wajibdimiliki oleh siswa untuk menjadi generasi emas Indonesia. Harapan penulis, semoga buku ini memberikan manfaat bagipembaca, khususnya siswa SD di seluruh Indonesia. SelamatMembaca. Surabaya, Oktober 2021 Effendi, anak yang berbakti kepada orang tua adalah anak yang mandiri juga sangatlah penting. Itu akan mengantarkan kalian menjadi anak yang di Pagi HariDipagi hari yang cerah Nuri membuka pintu jendela rumahnya, ia melihat beberapa burung yang sedang berkicau , ia pun termenung dan berpikir bagaimana nasibnya masa depan nanti “apakah aku nantinya bisa menjadi orang yang sukses” tanyanya dalam hati , dan aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku dengan kerja kerasku sendiri. Tiba-tiba ibunya memanggil, Nuri...? iya Bu...! kenapa kamu termenung Nak , ada apa...,tidak ada apa-apa Bu, kalau begitu kamu bisa bantu Ibu. Setelah membantu Ibunya Nuri termenung kembali untuk kedua kalinya “Pokoknya aku harus menjadi orang yang sukses” katanya dalam hati. Matahari mulai terbit, jam sudah menunjukkan pukul 0700 wib. Nuri mulai menyandangkan tas dan memakai sepatu dengan terburu-buru untuk pergi kesekolah dan ia pamit kepada kedua orang tuanya sambil mencium tangan Ibu dan Dalam perjalanan ia bertemu dengan temannya, lalu iabertanya kepada temannya yang bernama Edo,Nuri “Do apakah kamu memiliki cita-cita ?”Edo Ya saya memiliki cita-cita yaitu ingin menjadi pengusahayang hebat, ”kalau cita-citamu ingin menjadi apa”,kalau aku ingin menjadi.....!!!Nuri pun terdiam dan tersenyum’ , Kok...! kamu diam saja Nur...!!Ooo gak apa-apa Do” jadi, cita-citamu ingin menjadi apa “kalauaku ingin membahagiakan kedua orang tuaku, begitu ya...?.Nuri terus berjalan dengan kebinggungan. Sampai disekolah Nurimerasa ada yang kurang karena tiada sahabatnya yang datang Bel masuk pun telah dibunyikan, semua siswa berbarisdilapangan untuk mendengarkan informasi yang disampaikanoleh guru pada setiap paginya. Setelah berbaris , Nuri masukkekelasnya. Didalam kelas tiba-tiba temanya memanggil“Nur...Nur...!!! siap pr matematika..? Ooo... Pr matematika, kalauaku sudah siap “Kalau kamu “ kalo aku....sih belum siap. ”Nurbolehkah aku pinjam buku matematikamu” Tanya sih,tapi....? ada syaratnya “apaan tu!! ”.Syaratnya mudah kok kamuharus menjawab pertanyaanku, yang pertanyaan nya “apakahkamu memiliki cita-cita”, ya aku memiliki cita-cita ingin menjadiDokter kata No.”Kenapa kamu ingin menjadi dokter!!”Tanya Nuri, yak arenaaku ingin menolong orang-orang yang sakit dikampungku “Emang nya dikampungmu diserang wabah penyakit apa...??”.Wabah penyakit Corona Covid 19, saat ini banyak orang-orangyang sakit belum terobati “ kalo begitu harus cepat-cepatdicegah wabah penyakitnya”. Iya sih tapi...? belum ada solusinya,saya pun ikut perihatin atas musibah yang menimpakampungmu. Terlalu asyiknya berbicara, guru pun masukkedalam kelas, masing-masing siswa kembali kebangkunya. Belajar mengajar pun dimulai, asyik-asyiknya belajar, bel punberbunyi kini saatnya jam istirahat. Pada saat istirahat Nuri membawa teman-temannya untukpergi ke kantin dengan bersama-sama. Sampainya dikantin Nurimerasa kehilangan uang, lalu ia berkata kepada temannya “Rereuangku hilang” lalu bagaimana kata Rere. “Begini saja sebaiknyakamu Nur pakai saja uang ku untuk jajan” kata Rere“terimakasih Re kamu telah menolongku , nanti kalau aku adauang akan ku ganti uang mu” kata Nuri. Nggak usah Nur akuikhlas kok menolongmu. “Terimakasih ya...! Re ”kata Nuri. Bel masuk telah berbunyi, Nuri dan teman-temannya masukke kelas untuk melanjutkan pelajaran pun telah berlalu, saat nya waktu pulang tidak lupa akan tugas piketnya, pada saat membersihkankelas ia melihat seekor burung kecil yang berusaha untuk bisaterbang walau pun ia masih kecil , seperti itulah hidupku yangingin meraih cita-citaku agar aku menjadi orang yang suksestanyanya dalam hati. Waktu pulang sekolah ia teringat sesuatudipikiranya yaitu, setelah pulang nanti ia harus menolong Ibunyadalam pekerjaan rumah ,karena membantu Ibu itu adalah tugasnya sehari-hari. Tiba dirumah Ia meletakkan sepatu dan tasnyapada tempatnya. “Assalammualaikum” Bu...??, sambil mencium tanganIbunya, “waalaikumsalam” jawab Ibu. “Bu bolehkah akubertanya kepada Ibu” Tanya Nuri, boleh mau tanya tentang Bu apakah Ibu memiliki cita-cita..? ya ibu memiliki cita-cita ingin menjadi guru , tetapi sekarang Ibu sudah tua , udahnggak punya kekuatan dan Ibu sekarang hanya bisa berharapkepada anak-anak Ibu agar bisa terwujud cita-citanya. Maka dariitu kamu harus rajin rajin belajar ,sholat dan berdo’a kepadaAllah swt dan janganlah kamu mundur dalam menuntut Allah, Bu akan Nuri pegang kata-kata Ibu ingin terwujudnyaa cita-citanya dan kebahagiaankedua orang tuanya. Kini saat nya Ia menunjukkankemampuannya dalam belajar. Dengan kata-kata yangdilontarkan Ibunya tadi Nuri menjadi semangat untukmelakukan apa yang dikatakan Ibunya. Cita-cita Nuri inginmenjadi seorang guru yang bijaksana dan ramah kepadamuridnya ,demi cita-citanya ia pun menggalami banyakperubahan dan menjadi aktif dalam belajar. Dengan demikian iaselalu giat belajar, berdo’a,dan berusaha karena tanpa do’a danberusaha tidak akan terwujudnya suatu cita-cita dari itu raihlah cita-citamu setinggi langit dengan berdo’adan kerja keras. “Gantungkanlah Cita-citamu setinggi langit, Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.”Sekolahku di rumahD Di rumah ku sekolah' mungkin hal itu yang terpikirkan saat ini, saat dimana sekolah dilakukan dari jarak jauh tanpa bertatap muka, bertemu guru dan teman hanya melalui layar ponsel atau laptop. Hari itu aku merasa benar benar sedih dan bertanya Tanya, mengapa hal ini terjadi, mengapa aku tidak bisa belajar di sekolah, bahkan aku mengira bahwa ini hanya sementara tetapi aku menyadari bahwa hal tersebut terjadi hampir setahun. Aku seorang murid kelas 6 SD, yang memiliki keinginan bersekolah offline luring, teman teman yang lain pasti begitu, tetapi dengan situasi dan kondisi yang ada, kita tidak ditakdirkan untuk bertemu sementara waktu. Aku jelas merasa sedih bahkan saat mengikuti pelajaran melalui daring aku pun merasa tidak sebahagia saat mengikuti pelajaran di sekolah, pasti kau juga kan? Ya, aku yakin begitu. Aku seorang anak dari keluarga sederhana yang hidup apa adanya, saat sekolah dilakukan melalui daring aku merasa sudah menyusahkan orang tuaku, karena orang tuaku harus menyisihkan uangnya untuk membeli paket ayahku beliau yang bekerja banting tulang untukkeluarga, dia seorang buruh yang hanya masuk kerja satu bulan13 hari dengan begitu gaji yang didapat pun tidak seberapa,bahkan bisa dibilang kurang untuk kehidupan selama satubulan, ibuku hanya ibu rumah tangga, dan aku memiliki 1 adikyang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sehingga ayahkumemiliki tanggungan untuk menyekolahkan kedua anaknya."Yah, paketanku habis. Besok aku ada kelas dan adik juga adakelas, bagaimana yah? Apa ayah ada uang?" Ucapku pelan,bahkan aku tidak berani untuk mengatakannya tetapi, akusangat butuh hari itu. "Besok ya? Ayah masih belum ada uanghari ini, tetapi ayah usahakan besok ada uang untuk belipaketan" ucapnya. Ada perasaan sedih di matanya. Ayah selalumengatakan bahwa ia belum bisa menjadih ayah yang baik bagikedua anaknya, tetapi bagi kami ayahku adalah ayah yangterbaik, jika ayah mengatakan hal itu aku selalu menggodanya"Kalau ada penghargaan ayah terbaik, pasti ayah menang tanpamelakukan apapun, kampanye kalau istilah politiknya." Jika akumengatakan itu, ayah selalu tersenyum tetapi matanya tetapmengeluarkan air saat menteri pendidikan mengeluarkan pengumumanbahwa 'Pembelajaran dari rumah diperpanjang hingga akhir2021.' Kami sekeluarga jelas dibuat bingung dengan keputusanyang dikeluarkan, kami juga bingung bagaimana untukmengatur keuangan di saat pengeluaran lebih banyak daripendapatan, saat aku melihat ayah dan ibuku aku melihatsegunung kebingungan di mata mereka. Meskipun begitu, ayahselalu mengatakan bahwa ia mampu untuk membiayai sekolahdari rumah untukku dan adikku. Oleh karena itu, aku jugasemangat untuk bersekolah meskipun sekolah dari rumah, saatsekolah daring tidak banyak pelajaran yang dapat ku pahamidengan cepat dan baik, kadang aku merasa bingung dengantugas yang diberikan, bahkan ibuku juga kesusahan saatmembantu tugas adikku. Tugas setiap hari, semakin banyakmata pelajaran yang tidak dapat ku pahami dengan baik, sampaisampai aku sering menyalahkan keadaan, aku tahu bahwasemua ini sudah ada yang mengatur dan diatur dengan Bagaimana ya? Aku juga seorang manusia jadi, sedikitwajar manusia ini berpikir begitu hehehe... "Ah, lelah enak sekolah offline sajalah." ucapku setiap mendapatkantugas sekolah yang sulit dipahami. Namun, ibu selalumengatakan "Tidak apa apa, lelah adalah hal bagaimana caranya untuk maju dan tidak menyesalkarena kau lelah." Ketika ibu sudah mengatakan hal itu, akuterdiam dan berpikir, apakah aku bisa melanjutkannya? apa akuharus menyerah? Namun, di sisi lain ada semangat yang tumbuhsaat ibu mengatakan hal itu, "Aku harus melanjutkannya, adakeluarga yang harus ku bahagiakan, kau mendapatkan apa jikakau menyerah?" sebuah kata yang selalu ku tanyakan kepadadiriku saat aku merasa lelah dan hampir menyerah. Hujan derasturun, membuat sendu malam hariku, ayahku yang pulang larutmalam dengan raut wajah sedih, sesampainya di rumah ibulangsung bertanya, "Mas, ada apa? Mengapa terlihat sedihsekali?" "Iya yah, ada apa? tidak biasanya ayah seperti ini."sahutku yang juga mengkhawatirkan keadaan ayah. "Tidak apa-apa ayah hanya mendapat kabar sedih." jawab ayah dengan aku beserta ibuku kaget dan bertanya-tanya ada apa, adakabar sedih apa, semuanya bingung. Hingga ayah melanjutkanceritanya "Ayah, dirumahkan." Tidak butuh waktu lama, aku danibuku kaget dan saling menatap seolah tak percaya hal initerjadi, namun saat kami melihat ayah kamu melihat segudangkesedihan di matanya, raut wajahnya sangat menggambarkanbetapa sedihnya dia dengan dirinya."Maafkan Ayah..." ucapnya dengan mata yang berkaca sudah meneteskan air matanya dan tidak kuat untukberbicara lagi, "Ayah, tidak apa. Masih ada rezeki yang lain,besok kita cari lagi." ucapku. Sepatah kata dariku membuatsemua orang pecah dengan tangisnya, aku pun begitu. Tangiskami pecah beradu dengan kecewa, bingung, marah semuabercampur dengan hujan deras yang turun malam ini. Pagi hari,seperti biasa aku dan adikku sudah mandi dan memulai untukpembelajaran daring, hari ini aku melihat ayah untuk pertamakali di rumah satu hari lamanya, biasanya saat aku memulaipembelajaran ayah pun berangkat kerja. Namun, semuanyaberubah mulai kemarin malam, oke semuanya bersiap untukhari yang baru, ayah pun bergegas untuk mencari kerja yang lainwalaupun ia tahu bahwa sulit sekali mencari kerja di tengahkeadaan seperti ini, tetapi ayahku ayah yang luar biasa, iapantang menyerah dan aku pun harus menjadi seperti itu. Saatpembelajaran, aku menemukan banyak sekali kesulitan, sinyaldari Internet di ponselku tidak terbaca. Oleh karena itu, akubeserta ibu dan adikku pergi ke rumah tetangga untukmenumpang internet Wi-Fi, untung saja tetanggaku baik hatisehingga ia memperbolehkan aku dan adikku untuk bersekolahdari hal itu terjadi sangat sering, aku merasa tidakenak namun, ayah pun masih belum mendapat pekerjaan,sesusah itu mencari pekerjaan dan sesusah itu pembelajarandaring dari rumah. Malam datang kembali, sedih datang waktu itu datang menghantui, "Apa aku harusmenyerah?" Itu dia pertanyaan yang akhir akhir ini sering sajamuncul di pikiran, apalagi saat ayah dirumahkan olehperusahaannya. Aku merasa aku menambah beban ayah, akuberpikir bahwa lebih baik aku berhenti sekolah agar ayah hanyamembiayai adik sekolah, aku akan mencari pekerjaan untukmenambah biaya hidup keluarga dan aku bisa mengambil kejarpaket untuk lulusan SD ku. Namun, kembali lagi jawaban munculdari diriku "Ada keluarga yang harus ku bahagiakan." Hal itukembali memberikan semangat, dengan itu aku mulai bangkitsedikit demi sedikit, aku yakin bahwa hari esok sudah disiapkandengan baik. Jika aku menyerah hari ini, apakah hari esok lebihbaik? Bagaimana jika hari ini, penentu hari esok? Kalau begituaku akan menjalani hari ini dengan baik dengan begitu hariesokku mungkin bisa lebih pun datang, seperti biasa aku dan adikku memulaihari dengan pembelajaran daring, tugas sudah diberikan, tugasyang diberikan sangatlah membingungkan guruku tidakmenerangkan dan langsung memberikan pertanyaan, secaratidak langsung aku berpikir "Apa ini? Tugas macam apa? Akutidak bisa." Kembali aku menjadi orang yang paling tersiksa,itulah sisi jelek yang kumiliki, aku tidak bisa seoptimis ayahkudan aku tahu itu. Hingga akhirnya aku bisa menjawab semuasoal yang diberikan guruku, aku tersadar bahwa aku sebenarnyamampu, aku hanya tidak ingin mencoba dan keluar dari zonanyaman. Aku hanya suka di tempat yang sudah jelas dan tidakingin mencari hal yang baru sehingga aku seringkali berpikiruntuk menyerah menyerah dan menyerah. Ayah pun pulang danayah terlihat bahagia sekali, lalu ayah bercerita di ruang tamudengan suasana sore yang indah ditemani secangkir teh danpisang goreng menambah erat saja hubungan kami sebagaikeluarga."Ayah sudah mendapatkan pekerjaan, tetapi pekerjaannyahanya supir truk, gajinya pun cukup untuk kehidupan kita.""Syukurlah, ayah sudah dapat pekerjaan saja ibu sudah senang.""Iya ayah, selamat ya. Aku tahu kalau ayah bisamendapatkannya, ayah kan hebat." Ucapku dengan nadamenggoda "Iya, ayahnya siapa dulu..." "Ayahnya, Lala dong."Sahut Lala dari kamarnya. "Ayahnya, Nuri juga." Sahutku yangtidak mau kalah dengan Lala. Sontak satu rumah tertawaterbahak-bahak melihat aku dan adikku yang ramaimemperebutkan ayah. Hari itu adalah salah satu hari terbaikdalam hidupku, ketika semuanya jatuh ada saatnya akanbangun dan berlari. Hari demi hari dilalui oleh belajar belajar danbelajar online, hingga di titik ini aku tidak pernah lagi berpikiruntuk menyerah, karena aku sudah melihat betapa tangguhnyaayahku, aku ingin mencoba sepertinya. Aku melewati hari harisulit saat masa pandemi dengan belajar online di rumah, tapi halitu tidak membuatku jatuh hingga tak bangun sadar hal ini adalah sebuah tantangan untuk tetapsemangat meraih cita cita dalam keadaan apapun, ini masihawal dan belum ada apa apanya jika dibandingkan dengan yanglain. Aku harap pandemi ini segera usai dan kita bisa bertemukembali di sekolah dengan keadaan sehat dan bahagia. Samasama kita meraih cita cita meskipun keadaanmu dengankeadaanku berbeda. Cita cita bisa tercapai karena banyaknyausaha dan doa yang dilakukan, aku yakin kalian pasti bisajangan menyerah, kalau menyerah sementara saja jangan lamalama, banyak sekali lawanmu di luar sana yang lebih baikdarimu. Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi.
CeritaGambar Kartun Tentang Menggapai Cita-Cita. MERAJUT IMPIAN MENEPIS RINTANGAN MENGGAPAI CITA-CITA DAN MENGABDI UNTUK BANGSA. Kapten Kapal Shopee Indonesia Tetapi buat menyenangkan serta anda nggak bosan maka secara penuh kita akan pastikan perlu. Cerita ini teriadi ketika Marcos masih berkuasa di Filipina dan Ibu Tien masih hidup.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Meraih Cita-citaKarya Siti RusminiDi suatu Desa terpencil hiduplah sebuah keluarga yang sangat sederhana. Keluarga tersebut dikepalai oleh Pak Rapi’i, keluarga yang beranggotakan lima orang anak dan satu orang istri yang sangat baik yaitu bernama Ayumah. Pak Rapi’i yang harus mencukupi kebutuhan keluarganya harus bekerja sampingan selain menjadi buruh. Selain itu Ibu Ayumah yang hanya Ibu rumah tangga tak mau melihat suaminya banting tulang sendiri, Ia akhirnya membantu suaminya dengan berjualan kue di Desanya. Demi mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya Pak Rapi’i dan Ibu Ayumah rela membanting tulang setiap adalah anak Pak Rapi’i yang sekarang bersekolah ditingkat SMP. Tak lama sekolah Heri akan mengadakan UTS Ujian Tengah Semester, syarat untuk mengikuti UTS yaitu harus melunasi SPP. Heri bingung harus bagaimana agar bisa mengikuti UTS ini, Ia tahu bahwa Ayah dan Ibunya sedang krisis ekonomi, tetapi disisi lain Heri tak mau bila dia tidak harus mengikuti UTS. Mau tak mau Heri harus membicarakan ini kepada Ayah. Setelah bel pulang berbunyi Heri bergegas pulang. Sesampainya di rumah Ia ber bicara kepada Ibu,” Bu, Ayah ada gak di rumah?”. Ibu “ tidak ada nak, Ayah belum pulang kerja”. Ya sudah Bu. Kata Heri. Setelah itu Ia bergegas untuk ke Sudah mulai petang, Bu Ayumah menunggu di depan rumah untuk menyambut kedatangan suaminya. Tak lama menunggu, akhirnya Pak Rapi’i datang dan mengucapkan “ Assalamu’alaikum “. Ibu pun menjawab “ Wa’alaikum salam”. Tak lama berbincang-bincang Heri pun mendatangi Ayah dan Ibu untuk memberitahukan soal pembayaran SPP Yang harus segera dilunasi untuk mengikuti UTS. Heri “ Ayah, kapan akan melunasi SPP ku?”. Ayah “ Entar nak kalau Ayah sudah gajihan, Ayah akan segera melunasi SPP mu”. Heri “ Ya sudah Yah Aku masuk dulu”. “Iya nak” kata saat semua keluarga sedang berkumpul di ruang tamu terdengar suara yang mengetok-ngetok pintu rumah sambil berkata “ Permisi, selamat malam “. Tak lama Ibu pun membukakan pintu dan ternyata yang mengetok pintu itu adalah Polisi. Ibu berkata “ Ya, selamat malam”. Polisi “ Apa benar ini rumah Pak Rapi?”. Ibu “ Ya benar, ada apa ya bapak malam-malam datang kesini ?”. Polisi “ Saya ke sini ingin bertemu dengan Bapak Rapi’i, apakah Pak Rapi’i ada di rumah ?”. Ibu “ Ada, sebentar ya saya panggil kan”. Ibu pun masuk dan memanggil suaminya. Ibu “ Yah, ada polisi di depan rumah yang ingin bertemu dengan Ayah”. Ayah pun keluar untuk bertemu Polisi tersebut. Ayah “ Ada apa ya bapak Polisi mencari saya “. Pak Polisi “ Saya hanya ingin memberitahukan bahwa anak Bapak yang bernama Surnata ada di kantor Polisi”. Ayah “ Kenapa anak saya bisa ditangkap oleh bapak ?”. Pak Polisi “ Anak Bapak kepergok sedang bermabuk-mabukan, jadi jika anak Bapak ingin bebas silahkan Bapak datang ke kantor polisi”. Ayah “ Baik Pak, terimakasih “. Pak Polisi “ Ya sama-sama,kalau gitu saya pamit dulu, permisi “. Ayah “ Iya Pak Polisi”.Ketika Ayah masuk, ternyata istri dan anaknya sudah mengetahui sebelum Ayahnya memberitahukannya. Sekarang Ayah tak tau harus bagaimana agar anaknya bebas dari penjara. Selain itu juga Ayah harus segera melunasi SPPnya Heri agar Heri bisa ikut UTS. Dalam hati Pak Rapi’i berkata “ Saya harus mencari kerja tambahan agar Heri bisa ikut UTS dan Suranata bisa bebas dari penjara ”.Ke esokan harinya keluarga Pak Rapi’i berkumpul seperti biasa untuk sarapan pagi bersama, setelah itu Heri akan berangkat sekolah dan Ayah berangkat kerja. Tak lama kemudian, Heri pun berpamitan kepada orang tuanya Disepanjang jalan menuju sekolah, Heri berpikir bagaimana caranyaagar ia tetap bisa UTS tanpa membebani orang tuanya,karena ia tahu bahwa orang tuanya harus menebus kakaknya dipenjara. Heri sempat berpikir ingin bekerja agar Ia bisa membayar SPPnya dan Ia tidak merasa membebani Ayahnya. Karena Heri tidak ingin cita-citanya tidak tercapai, jadi Heri berusaha untuk menggapai cita-citanya dan Heri akan menerapkan perilaku ini kepada adik-adiknya nanti. Bahwa orang miskin itu bukan penghambat kita untuk tidak sekolah ataupun penghambat kita untuk tidak melanjutkan sekolah. Melainkan ada keinginan dan kerja keras demi menggapai cita-cita yang kita inginkan. Lihat Cerpen Selengkapnya Walaucobaan senantiasa menerpa tak akan ada kata menyerah. 13.07.2021 · cerita bergambar menggapai cita cita. Jantung, cinta, tangan, lengan, mencapai. Scopri ricette, idee per la casa, consigli di stile e altre idee da provare. Ayo Ketawa Gudangnya Humor Indonesia Ayo Ketawa! - Murid-murid sebuah SD sedang sibuk menggambar cita-citanya masing-masing. Edi menggambar seorang pilot sesuai dengan cita-citanya. Wandi menggambar seorang dokter dengan steteskop melingkar di lehernya. Lulu menggambar seorang guru yang sedang mengajar. Didi kelihatannya bingung, Ia belum menggambar. Bu guru datang menghampirinya dan bertanya. ” Mengapa kamu belum menggambar, Di?” “Saya bingung menggambarnya Bu guru sebab cita-cita saya ingin kawin.”
Definisidan Pengertian - Cita cita adalah sesuatu yang ingin dicapai berupa prestasi atau pun hal baik lainnya di masa depan. Mencapai cita cita umumnya bukanlah sebuah hal yang mudah, dan biasanya akan membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. Cita cita bukanlah sesuatu yang dapat Anda lakukan pada minggu ini atau bahkan tahun ini.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cita-cita, Banyak sekali cita-cita yang sangat berkesan dan sangat mulia di dunia ini antara lain Polisi, Dokter, Tentara, Pramugari dan masih banyak lagi. Menggapai cita-cita sangatlah tidak mudah, harus melewati banyak sekali rintangan dan harus menempuh pendidikan setinggi mungkin lalu berjuang untuk tetap teguh terhadap cita-cita yang diidamkan. Lalu apa yang terlintas di pikiran anda tentang cita-cita? ya, cita-cita merupakan sebuah keinginan yang sempurna untuk dicapai atau dilaksanakan. Memiliki cita-cita dalam hidup merupakan hal yang penting bagi kita karena dengan memiliki cita-cita kita akan mengetahui gambaran hidup di masa depan yang akan orang pasti memiliki cita-cita termasuk saya, cita-cita yang sangat saya idamkan sejak berada di bangku SD, Jadi di dalam kehidupan memang tidak jauh dari penyakit, virus dan lingkungan yang kadang kurang bersih. banyak sekali faktor yang menyebabkan manusia menjadi jatuh sakit sehingga mengakibatkan penyakit kronis yang sangat bahaya dan dapat juga merenggut nyawa seseorang, Manusia yang merasakan ada keanehan di dalam tubuhnya harus segera menuju ke klinik atau rumah sakit terdekat agar mendapatkan perawatan yang layak, jika tidak, virus atau penyakit yang ada di dalam tubuhnya dapat semakin ganas dan bisa juga menimbulkan kematian, ketika kita sudah memeriksakan diri kita ke klinik atau rumah sakit terdekat, disana kita mendapatkan pembelajaran dan arahan dari seorang dokter atau perawat yang bertugas tentang kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan secara mandiri, dan waspada terhadap sesuatu yang dapat menyebabkan penyakit. Dari sini adakah yang tau apa cita-cita saya? Ya, tenaga Kesehatan atau juga dapat disebut tenaga medis. Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan dan memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi serta sebagai salah satu unsur kesejahteraan saya mulai muncul ketika duduk di bangku SD, Ketika itu tante dan saudara saya memiliki provesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit di Malang, saya sangat tertarik dan penasaran terhadap apa sih pekerjaan seorang perawat itu? Ternyata pekerjaan menjadi seorang perawat sangatlah mulia, tidak memandang ras, suku, agama, gander, dan warna kulit untuk membantu dan merawat pasien hingga sembuh 2021 ini saya baru saja menempuh pendidikan D3 Keperawatan tepatnya di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Saya berasal dari SMA dengan jurusan IPS, memang sangat aneh di dengar namun tidak menjatuhkan semangat saya untuk menjadi seorang perawat. Mengapa memilih untuk mengambil D3 Keperawatan, kenapa tidak mengambil S1 Keperawatan? Semua sesuai dengan keinginan masing masing orang, S1 dan D3 Keperawatan sama sama penting dan bagus. Mengapa saya mengambil D3 Keperawatan? Karena lulusan D3 Keperawatan bisa langsung kerja, sedangkan lulusan S1 Keperawatan tidak bisa langsung kerja karena harus mengambul profesi ners dulu lalu mereka bisa bekerja si rumah sakit. Namun masih banyak juga kelebihan dan kekurangan jenjang perkuliahan ini, semua mahasiswa diajari atau dituntun untuk belajar atau mengenal dunia Kesehatan mulai dari yang paling dasar, semua mahasiswa di usahakan mampu untuk mengikuti atau mempelajari semua materi yang ada. Banyak sekali materi dasar keperawatan yang sangat saya senangi dan sangat menarik perhatian saya, antara lain biomedik dasar, konsep dasar keperawatan dan masih banyak sekali materi umum yang perlu dikuasai oleh seorang perawat, antara lain keagamaan, bahasa Indonesia, Pancasila, dan kewarganegaraan. Beberapa materi yang saya sebutkan di atas adalah dasar dasar materi yang harus kita pahami sebagai mahasiswa keperawatan. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

Dengancerita bergambar (komik), juga bukan gambar ilustrasi dalam buku cerita. Sekolah, karena cinta terpilih untuk mewakili lomba menari tradisional tingkat fls2n di sekolah, kata. Kedepannya cita cita kakak adalah membuat kumpulan dongeng pendek binatang dan .

Terakhir diperbarui31 Oktober 2022 Cerita bergambar memang akan terlihat lebih menarik bagi anak-anak. Namun jangan salah, orang dewasa pun juga bisa menikmati novel grafis dengan tambahan jalan cerita yang unik dan gambar yang bisa menggugah emosi. Tertarik membaca novel terbaik dengan gambar keren? Berikut 16 novel cerita bergambar dengan penuh ilustrasi menarik yang bisa kamu baca. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Marchella FP Foto Awan, nama yang dipilih sang ibu dengan harapan agar bisa menjaga dan menghibur bumi serta isinya. Namun bagi Awan, jadi bohlam saja sudah cukup untuk menerangi dan memberi kehangatan dalam sebuah ruang yang kecil. Dalam cerita bergambar ini, Awan menulis surat untuk masa depan yang ditujukan untuk anaknya. Surat ini berisi tentang memori, gagal, tumbuh, patah, bangun, hilang, menunggu, bertahan, berubah, dan semua ketakutan manusia pada umumnya. The Complete Persepolis Marjane Satrapi Foto Marjane yang masih remaja, diminta orang tuanya untuk meninggalkan Iran untuk melanjutkan pendidikannya. Austria pun menjadi negara yang dipilih karena menggunakan bahasa Prancis yang sedikit banyak diketahui olehnya. Namun siapa sangka bahwa di sana ia melihat hal-hal baru yang mengubah hidupnya. Mulai dari melihat orang lain berhubungan badan, hingga menjadi pengedar ganja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. The Stories of Choo Choo You’re Not As Alone As You Think Citra Marina Foto Kamu suka pergi ke bioskop sendirian? Atau menghabiskan akhir pekan di rumah? Tenang, kamu tidak sendiri, karena ada orang lain yang juga melakukan hal tersebut. Cerita bergambar larya perdana milik Citra Marina ini akan mengajak pembaca untuk berpikir bahwa bukan menjadi sebuah masalah ketika seseorang merasa dirinya berbeda dengan kebanyakan orang. Ilustrasi Choo Choo sendiri digambar oleh penulis di sela-sela perjalanannya ketika menaiki commuter line. French Milk Lucy Knisley Foto Jika diberi kesempatan untuk menghabiskan satu bulan untuk tinggal di Prancis, apa yang akan kamu lakukan? Seorang perempuan bernama Lucy justru menghabiskan waktunya untuk belajar menjadi dewasa. Sementara sang ibu memilih untuk menyesuaikan diri dengan usianya yang menginjak 50 tahun. Dalam buku cerita bergambar ini, pembaca akan menyaksikan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Adulthood Is a Myth Sarah Andersen Foto Bacaan singkat yang menghibur ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari, seperti menghabiskan akhir pekan dengan berselancar seharian di internet misalnya. Meski mengangkat hal yang sering kita alami, namun Sarah bisa mengolahnya dengan sempurna hingga membuat kamu tertawa heboh ketika membaca setiap halaman cerita bergambar ini. When I Was a Kid Boey Foto Salah satu ingatan Boey yang tertuang dalam cerita bergambar ini adalah ketika sang ayah membantunya untuk membuat batang korek api. Tidak hanya itu, Boey juga menggambarkan tentang ketegangan yang dirasakannya ketika tinggal di perbatasan antara Malaysia dan Singapura. Setelah membaca novel cerita bergambar ini, dijamin akan membuat pembaca untuk lebih berani dalam meraih mimpinya. Chicken Soup For The Soul Kim Dong Hwa Foto Chicken Soup For The Soul terdiri dari 3 buku berbeda dengan judul Hadiah Terindah, Pelajaran Berharga, dan Perjalanan Ajaib. Mulai dari cerita seorang ayah yang menyayangi anak perempuannya, hingga seorang ilmuwan yang sukses. Dengan sentuhan ilustrasi yang menarik, novel ini juga dapat mengajari kita untuk mulai mencintai diri sendiri. Age of Bronze Eric Shanower Foto Novel grafis yang satu ini berhasil membuat Shanower memenangkan Will Eisner Comics Industry Award untuk kategori Penulis/Artis terbaik pada 2001. Pasalnya, dalam bagian pertama dari serial Perang Troya ini, Shanower meneliti dengan detail mulai dari legenda kuno hingga romansa abad pertengahan. Watchmen Alan Moore Foto Fiksi ilmiah ini menampilan karakter superhero yang muncul pada tahun 1940-an dan 1960-an. Kehadiran mereka dapat mengubah sejarah yang selama belum pernah terungkap. Setelah sukses secara komersial, Wathcmen pun masuk dalam List of the 100 Best Novel versi majalah Time sebagai salah satu novel berbahasa Inggris terbaik yang diterbitkan sejak tahun 1923. The Complete Maus Art Spiegelman Foto Cerita bergambar ini menyajikan kisah lengkap Vladek Spiegelman dan istrinya yang bertahan hidup pada zaman Hitler. Dengan apik, penulis menggambarkan bagaimana para penduduk ketakutan, diliputi rasa bersalah, dan harus memikirkan cara agar anak-anaknya bisa selamat dari krisis perang yang melanda dunia. American Born Chinese Gene Luen Yang Foto Novel ini menceritakan kisah Jin, Danny, dan Raja Monyet secara bergantian dalam 233 halaman. Satu keinginan Jin hanyalah bisa menyesuaikan diri, karena ia hampir tidak memiliki teman setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan satu-satunya siswa Tionghoa di Juga Sementara Danny, ia harus pindah ke sekolah baru setiap tahunnya. Dan kisah Raja Monyet, meski ia dipuja oleh rakyatnya, namun ternyata ia tidak ingin menjadi monyet. A Meal Makes Her Forget Jun Abe Foto Demi menghilangkan rasa galau dan kecewa yang ia rasakan setelah ditinggalkan oleh tunangannya, Sachiko pun berburu makanan enak. Makanan yang ditampilkan dalam cerita bergambar ini tentunya mengangkat masakan tradisional Jepang dan Asia. Petualangan kuliner ini juga disajikan dengan humor yang dapat membuatmu tergelak ketika membacanya. Happines Is Homemade Puty Puar Foto Novel ini berisi 150 halaman dengan tambahan gambar dan kalimat singkat yang dapat memotivasi hidup. Menurut Puty, kebahagiaan itu tidak sulit untuk ditemukan, dan bisa didapatkan dari lingkungan sekitar. Seperti menemukan kursi kosong ketika menaiki kendaraan umum misalnya. Things & Thoughts I Drew When I Was Bored Naela Ali Foto Bacaan ringan yang satu ini menghadirkan ilustrasi yang penuh dengan warna. Meski dilanda kebosanan, penulis tetap bisa menyajikan karya yang luar biasa. Dengan menyajikan gambar perempuan yang ditambah dengan kalimat-kalimat motivasi, buku ini dapat membuat harimu menjadi lebih baik. Pasalnya, Naela Ali membeberkan beberapa tulisan yang akrab dengan generasi muda yang sedang mengalami quarter life crisis. Daily Dose of Shine A. Fuadi Foto Beberapa kutipan bijak dengan nuansa Islami ini dituliskan oleh A. Fuadi dengan sengaja untuk memengaruhi emosi dan memotivasimu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Cerita bergambar dengan ilustrasi yang manis ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri dalam buku ini. Belum lagi fakta bahwa novel ini sangat berbeda dengan karya A. Fuadi sebelumnya, yakni Trilogi 5 Menara. Gadis Daun Jeruk Rinda Maria Gempita Foto Sewaktu kecil pasti kamu akrab dengan kalimat bahwa biji buah yang tertelan akan tumbuh di dalam tubuh kita, dan hal ini juga dialami oleh anak perempuan dalam buku Gadis Daun Jeruk. Ia semakin rajin menelan bijinya dengan berharap bisa mengetahui tanaman apa yang akan tumbuh. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai melupakan tanaman impiannya tersebut. Dengan desain yang menggemaskan, dan didominasi oleh warna hitam dan oranye, tentunya membuat cerita bergambar ini terlihat menarik untuk dibaca. xL1eb5.
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/802
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/210
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/458
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/586
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/89
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/346
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/125
  • 3g9z0yvdso.pages.dev/476
  • cerita bergambar menggapai cita cita