SpAcari. Biologi Anatomi Tanaman Mawar Sikmiyanti Blogspot Com. HAMA TANGAU MERAH YANG MENYERANG KELAPA SAWIT Budidaya. Pengenalan Morfologi Hama Scribd Com. HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI SERTA PENGENDALIANNYA resume jurnal tungau merah scribd com april 10th, 2018 - biologi tungau merah nuari tri setyadi 16011065 perubahanHama atau penyakit yang dapat menyerang tanaman anggrek Tungau/kutu perisai Gejala menempel pada pelepah daun; berwarna kemerahan jumlahnya banyak; bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun. Pengendalian digosok dengan kapas dan air sabun; apabila serangan sudah parah, harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. Semut Gejala merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. Belelang Gejala pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Untuk jenis belalang berukuran kecil, perlu pengamatan cermat. Pengendalian segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik; bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. Trips Gejala menempel pada buku-buku batang dan daun muda; menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. Pengendalian secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida. Kutu babi Gejala kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut; tapi tidak menyerang tunas daun. Pengendalian perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek. Keong Gejala menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. Red Spinder Gejala bercak putih di bagian bawah daun; permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol; apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon, dicofol. Kumbang Gejala yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar; Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin; bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. Ulat daun Gejala menyerang daun, kuncup bunga, tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. Pengendalian kalau jumlahnya sedikit 2–5 ekor dapat dibunuh dengan tangan; bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik; tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. Kepik Gejala menghisap cairan daun tanaman anggrek, sehingga menyebabkan bintik putih/kuning; tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Pengendalian semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya, seperti ulat, kumbang dan trips. Kutu tudung Gejala daun menjadi kuning, tidak sehat, lalu berwarna coklat dan mati. Pengendalian seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. Penyakit Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam, kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Gejala biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal; kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. Pengendalian pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol, lalu botol ditutup kembali, dilakukan dengan steriil; kalau kecambah anggrek terlanjur besar, segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot. Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Penyebaran penyakit ini lewat air. Gejala semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun, lalu melebar, menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar, kecambah anggrek akan membusuk dan mati. Pengendalian bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang, dibakar sampai musnah. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida. Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini, terutama pada cuaca sangat lembab. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. Gejala bercak kecil bening pada pucuk daun. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot, daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. Penyakit ini sangat ganas, karena mematikan dan cepat menular. Pengendalian sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Pada serangan yang parah, tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang, penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Tanaman terlambat tumbuh, kerdil dan mengakibatkan kematian. Pengendalian bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida; alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. Penyakit busuk akar Penyebab cendawan Rhizoctonia Solani. Gejala akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang, daun dan umbi batang menguning, berkeriput, tipis dan bengkok, tanaman kerdil dan tidak sehat. Pengendalian semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang; bekasnya disemprot dengan fungisida Benlate. Penyakit layu Penyebab cendawan Fusarium Oxyporium. Gejala mirip serangan penyakit busuk akar, namun pada rhizoma terdapat garis-garis, atau lingkaran berwarna ungu. Pada serangan berat, seluruh rizhoma menjadi ungu, diikuti pembusukan pada umbi batang, tanaman sangat tidak sehat. Pengendalian bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru, yang masih segar dan bersih. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. Penyakit busuk Penyebab cendawan Sclerotium Rolfsi. Gejala terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Pengendalian bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Media tanaman dan seluruh pot didesinfektan dengan larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik Natrippene 0,5 % selama 1 jam. Penyakit bercak coklat Gejala bercak coklat pada permukaan daun, lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Pengendalian membuang semua bagian yang sakit, lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. Penyakit busuk lunak Penyebab bakteri Erwinia Cartovora. Gejala daun dan akar membusuk serta berbau. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang, penyebarannya agak lambat. Penanggulangan peralatan kebun harus steril, bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Semprotkan Physan 20, pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Penyakit bercak bercincin Penyebab virus TMVO Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum. Gejala timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Pengendalian hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. Penyakit Cymbidium Penyebab virus Mozaic Cymbidium. Gejala semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran. Khusus pada Cattleya, bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Pengendalian hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Penyakit busuk hitam Penyebab cendawan Phytopytora Omnivora. Gejala muncul warna kehitaman pada pangkal daun, lalu melunak dan busuk, akhirnya daun mati. Pengendalian semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau Banrot. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air.
pre> Orchid is the general name for all types of plants in the family Orchidaceae family of orchids. This family is one of the largest groups among other flowering plants. It is estimated that worldwide there are around 15,000-20,000 species of orchids with 900 genera clans that grow endemic to forests scattered in various countries. Of all orchid species in the world, 5,000 of them are in Indonesia. Broadly speaking, the classification of orchids is divided into 5 subfamilies, 16 tribes tribes, and 28 subtribes. Phalaenopsis is a genus of orchids which is popular for its diversity and beauty of flowers. The government through presidential decree Kepres No. 4 of 1993, on January 9, 1993, designated the moon orchid as a charm flower named Latin Phaleonopsis amabilis, this orchid grows attached to a tree trunk or branch and is one type of orchid endemic to Indonesia. The development of orchid cultivation has never been separated from disease and pest problems. With few disease infections and pest attacks, the beauty will change, of course, the selling price will fall. Orchid plants require extra care to grow with beautiful flowers. Orchid disease can be caused by bacteria, fungi or viruses. Diseases and pests that attack orchid plants can cause death if allowed to continue. Besides that, mishandling can also cause the death of orchids. The purpose of this study was to determine the pests and diseases of the Phalaenopsis amabilis plant. This research was conducted on December 2, 2020 and January 13-14, 2021 in Carikan Sukoharjo with 10 samples of Phalaenopsis amabilis plants. The tools needed in this research include writing tools, tables, loops and documentation tools cellphone cameras. The variables to be observed were diseases and pests that attacked. The methods used were direct observation and interviews, the data obtained were analyzed by qualitative descriptive. Research conducted on 10 samples of Phalaenopsis amablis, found 6 pests and 2 diseases. Pests on the Phalaenopsis amabilis Moon Orchid plant are found that very often attack such as ants, snails, grasshoppers, mealybugs, mites and caterpillars. Whereas in the disease of the Moon Orchid plant Phalaenopsis amabilis in the search for Sukoharjo, the fungus Fussarium oxyporum and Rhizoctonia solani attack the leaves, stems, roots of Phalaenopsis amabilis. This disease enters the plant tissue through stomata or wounds in plants. In general, the characteristics of a fungal attack include small spots on the leaves, blisters like being scalded, watery, either cloudy or clear. Klormerupakan unsur yang diserap dalam bentuk ion Cl- oleh akar tanaman dan dapat diserap pula berupa gas atau larutan oleh bagian atas tanaman, misalnya daun. Kadar Cl dalam tanaman sekitar 2000-20.000 ppm berat tanaman kering. Kadar Cl yang terbaik pada tanaman adalah antara 340-1200 ppm dan dianggap masih dalam kisaran hara mikro. Menurut BAPPENAS 2008 hama pada tanaman anggrek dan pengendaliannya, antara lain sebagai berikut Tungau Atau Kutu Perisai Gejalanya tungau atau kutu perisai menempel pada pelepah daun yang berarna kemerahan jumlahnya banyak dan bekas serangan berupa bercak hitam merusak daun. Pengendalian dari hama tungau atau kutu perisai ini adalah dengan menggosok dengan kapas dan air sabun. Apabila serangan sudah parah maka harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. Semut Gejalanya semut merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian dari hama semut ini adalah dengan merendam pot kedalam air dan lingkungan harus bersih di sekitar rak, bisa juga dengan cara pot digantung. Belalang Gejalanya pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Untuk jenis belalang berukuran kecil maka perlu pengamatan dengan cermat. Pengendaliannya dengan cara segera menyemprotkan insektisida yang bersifat racun kontak atau yang sistematik, jika jumlahnya sedkit bisa langsung dimusnahkan atau dibunuh saja. Trips Gejalanya trips menempel pada buku-buku batang dan daun muda yang menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga yang mengakibatkan bentuk bunga tidak menarik. Pengendalian dari hama trips ini adalah dengan cara menyemprot pot anggrek dengan cairan insektisida secara teratur dan periodic. Kutu Babi Gejalanya kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat dari semut tetpai tidak menyerang tuns daun. Pengendalian dari hama kutu babi ini dengan cara merendam pot anggrek yang dapat mengusir kutu babi. Keong Gejalanya keong menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian dari hama keong ini jika dalam jumlah sedikit cukup diambil dan dibunuh, sedangkan jika jumlahnya besar maka perlu memakai insektisida atau dijebak dengan bubuk prusi. Red Spinder Gejalanya ada bercak putih di bagian bawah daun dan permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian dari hama red spinder ini jika jumlahnya banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon dan dicofol sedangkan jika jumlahnya hanya sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar atau menggosok daun dengan alkhohol. Kumbang Gejalanya yang terserang akan berlubang-lubang khusu kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar, larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian dari hama kumbang ini dengan menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin kemudian membersihkan pot dari kepompong dan telur dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. Ulat Daun Gejalanya ulat daun menyerang daun, kuncup bunga tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. Pengendalian dari hama ulat daun ini dengan cara jika jumlahnya banyak dapat menggunakan insektisida sistemik, tanaman yang diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat, sedangkan jika jumlahnya sedikit dapat dibunuh dengan tangan. Kepik Gejalanya kepik menghisap cairan daun tanaman anggrek sehingga menyebabkan bitnik putih atau kuning dan tanaman anggrek yang diserang lama kelamaan akan gundul dan daunnya tidak hijau lagi. Pengendalian dari hama kepik ini dengan menyemrotkan insektisida yang sam seperti untuk membasmi serangga lainnya seperti ulat, kumbang dan trips. Kutu Tudung Gejalanya daun menjadi kuning, tidak sehat kemudian berwarna coklat dan mati. Pengendalian dari hama kutu tudung ini dengan cara membasminya. Itulah informasi dari kami tentang hama yang menyerang anggrek. Terimakasih kepada para pembaca. Semoga mendapatkan sedikit pengetahuan dan wawasan dari kami. Apakah Anda salah satu pecinta tanaman Anggrek? dan masih bingung dimana belinya? Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit tanaman Anggrek unggulan untuk hiasan rumah atau taman Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi pemesanan media tanam pakis silahkan kunjungi Padatanaman anggrek, bentuk daun sangat tergantung dari jenisnya. Beberapa bentuk daun anggrek adalah sebagai berikut : a. tanaman anggrek yang cocok tumbuh di Indonesia antara lain Dendrobium, Phalaenopsis, dan Anggrek asli Indonesia lainnya (Ayub, 2005). Hama utama yang sering menyerang adalah kutu merah dan ulat yang bisaTidak ada yang mau bunga anggrek nan cantik itu layu atau bahkan mati. Sedikit terlihat bercak akan membuat pemiliknya bersedih. Untuk itu, anda perlu tahu lebih dalam mengenai hama yang mungkin menyerang anggrek tercinta anda, dengan begitu adapun dapat mengatasinya. § Gejala menempel pada pelepah daun; berwarna kemerahan jumlahnya banyak; bekas serangan berupa bercak hitam & merusak daun. § Pengendalian digosok dgn kapas & air sabun; apabila serangan sudah parah, harus disemprot oleh insektisida dgn dosis 2 cc/liter. § Gejala merusak akar & tunas muda yg disebabkan oleh cendawan. § Pengendalian pot direndam dalam air & ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. § Gejala pinggiran daun rusak dgn luka bergerigi tak beraturan. Utk jenis belalang berukuran kecil, perlu pengamatan cermat. § Pengendalian segera semprotkan insektisida yg bersifat racun kontak/yg sistematik; bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. § Gejala menempel pada buku-buku batang & daun muda; menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun & merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. § Pengendalian secara periodik & teratur pot anggrek disemprot insektisida. § Gejala kerusakan yg ditimbulkan seperti akibat semut; tapi tidak menyerang tunas daun. § Pengendalian perendaman dpt mengusir kutu babi dari pot anggrek. § Gejala menyerang lembaran daun anggrek. § Pengendalian dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dgn bubuk prusi. § Gejala bercak putih di bagian bawah daun; permukaan atas menjadi kuning & lama kelamaan daun mati. § Pengendalian bila sedikit cukup diambil dgn menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dgn alkohol; apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dgn bahan aktif diazinon, dicofol. § Gejala yg terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang & tidak nampak dari luar; Larvanya yg menetas dari telur merusak daun anggrek. § Pengendalian menyemprotkan tanaman yg diserang dgn menggunakan insektisida sistemik secara rutin; bersihkan pot dari kepompong & telur kumbang dgn jalan memindahkannya ke pot baru & media tanam yg baru pula. § Gejala menyerang daun, kuncup bunga, tunas daun maupun bunga yg sedang mekar. § Pengendalian kalau jumlahnya sedikit 2–5 ekor dpt dibunuh dgn tangan; bila banyak dpt menggunakan insektisida sistemik; tanaman yg telah diserang sebaiknya dipisahkan dgn tanaman yg masih sehat. § Gejala menghisap cairan daun tanaman anggrek, sehingga menyebabkan bintik putih/kuning; tanaman yg diserang lama kelamaan akan gundul & tidak berhijau daun lagi. § Pengendalian semprotkan insektisida yg sama seperti utk membasmi serangga lainnya, seperti ulat, kumbang & trips. § Gejala daun menjadi kuning, tidak sehat, lalu berwarna coklat & mati. § Pengendalian seperti halnya membasmi ulat kumbang & trips. v Tungau Merah Tennuipalvus orchidarum Parf. Jenis-jenis yang dapat diserang hama ini adalah Phalaenopsis sp., Dendrobium sp., Orchidium sp., Vanda sp. dan Granatophyllium sp., kapas, kacang-kacangan, jeruk, dan gulma terutama golongan dikotil. Tungau sangat cepat berkembang biak dan dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan secara mendadak. Bagian tanaman yang diserang antara lain tangkai daun dan bunga. Tangkai yang diserang akan berwarna seperti perunggu. Pada permukaan atas daun terdapat titik/bercak berwarna kuning atau coklat, kemudian meluas dan seluruh daun menjadi kuning. Pada permukaan bawah berwarna putih perak dan bagian atas berwarna kuning semu. Pada tingkat serangan lanjut daun akan berbercak coklat dan berubah menjadi hitam kemudian gugur. Pada daun Phalaenopsis sp. mula-mula berwarna putih keperakan kemudian menjadi kuning. Hama ini dapat berjangkit baik pada musim hujan maupun musim kemarau, namun umumnya serangan meningkat pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan serangan berkurang karena terbawa air. Kerusakan dapat terjadi mulai dari pembibitan. Tungau berwarna merah, berukuran sangat kecil yaitu 0,2 mm sehingga sukar untuk dilihat dengan mata telanjang. Tungau dapat dijumpai pada daun, pelepah daun dan bagian-bagian tersembunyi lainnya. Telur tungau berwarna merah, bulat dan diletakkan membujur pada permukaan atas daun. v Kumbang Gajah Orchidophilus aterrimu. Jenis anggrek yang diserang adalah anggrek epifit antara lain Arachnis sp., Cattleya sp., Coelogyne sp., Cypripedium sp., Dendrobium sp., Cymbidium sp., Paphiopedilum sp., Phalaenopsis sp., Renanthera sp., dan Vanda sp. Kumbang bertelur pada daun atau lubang batang tanaman. Kerusakan terjadi karena larvanya menggerek daun dan memakan jaringan di bagian dalam batang sehingga mengakibatkan aliran air dan hara dari akar terputus serta daun-daun menjadi kuning dan layu. Kerusakan pada daun menyebabkan daun berlubang-lubang. Larva juga menggerek batang umbi, pucuk dan batang untuk membentuk kepompong, sedangkan kumbang dewasa memakan epdermis/permukaan daun muda, jaringan/tangkai bunga dan pucuk/kuntum sehingga dapat mengakibatkan kematian bagian tanaman yang dirusak. Serangan pada titik tumbuh dapat mematikan tanaman. Pada pembibitan Phalaenopsis sp. dapat terserang berat hama ini. Seangan kumbang gajah dapat terjadi sepanjang tahun, tetapi paling banyak terjadi pada musim hujan, terutama pada awal musim hujan tiba. Kumbang berwarna hitam kotor/tidak mengkilap dengan ukuran bervariasi 3,5-7 mm termasuk moncong. Kumbang bertelur pada daun atau lubang pada batang tanaman. Larva menggerek ke jaringan batang atau masuk ke pucuk/kuncup dan tangkai sampai menjadi pupa. Fase larva ulat, pupa kepompong sampai dewasa kumbang berlangsung dalam pseudobulb. Larva yang baru menetas menggerek pseudobulb, makan dan tinggal di dalam pseudobulb tersebut. Pupa terbungkus oleh sisa makanan dan terletak di rongga bekas gerekan di dalam pseudobulb. v Kumbang Penggerek Omobaris calanthes Mshl. Jenis anggrek yang diserang terutama adalah anggrek tanah terutama jenis Calanthe sp. dan Phajus sp. Berbeda dengan kumbang gajah, larva kumbang ini menggerek masuk ke jaringan akar/umbi, pucuk dan tangkai bunga sehingga dinding gerekan menjadi hitam. Sedangkan kumbang dapat dijumpai di bagian tengah tanaman di antara daun bawah. Serangga membuat sejumlah lubang, sering kali berbaris di daun dan juga tunas utama yang masih terlipat yang kemudian dapat patah dan mati. Pada tahap awal sering kali merusak akar tanaman dan pada saat bunga masih kuncup. Serangan berat menyebabkan tanaman terlihat merana dan dapat mematikan tanaman anggrek secara keseluruhan. Pertumbuhan larva dapat mencapai panjang 5 mm. v Kumbang Penggerek Akar Diaxenes phalaenopsidis Fish. Larva maupun kumbang ini dapat menyerang tanaman anggrek Renanthera sp., Vanda sp., Dendrobium sdp., Oncidium sp. dan lebih khusus anggrek Phalaenopsis sp. Larva menggerek akar sehingga akar mengering dan dapat mengakibatkan kematian. Larva juga menyerang bunga. Kerusakan yang diakibatkan oleh hama ini akan sangat berat jika tidak segera dikendalikan. Telur berwarna hijau terang dengan panjang 2,4 mm dan diletakkan di bawah kutikula akar. Larva berwarna kuning dan membentuk pupa dalam suatu kokon yang berserabut/berserat padat. Kumbang dapat hidup sampai 3 bulan dan daur hidup mencapai 50-60 hari. Pada siang hari kumbang ini bersembunyi dan pada malam hari memakan daun bagian atas dan meninggalkan potongan/bekas gerekan yang tidak beraturan di permukaan. v Kumbang Penggerek Oulema = Lema pectoralis Baly. Arachnis sp., Grammatophyllum sp., Vanda sp., Phalaenopsis sp., Calanthes sp. dan kadang-kadang menyerang Dendrobium sp. Larva membuat lubang pada daun, akar, kuntum bunga dan bunga. Serangga dewasa juga dapat memakan daun. Kumbang berwarna hijau kekuningan. Tubuhnya diselubungi busa yang berwarna hijau tua. Larvanya membuat lubang pada daun, akar, kuntum bunga dan bunganya. Kumbang mempunyai tipe criocerin sepanjang punggung dan pronotum yang sempit. Serangga dari famili ini berasosiasi dengan rumput-rumputan dan monokotiledon lain. Larva yang semula berwarna abu-abu, dengan meningkatnya umur, akan berubah menjadi kuning. Tubuh larva senantiasa tertutup oleh kotorannya sendiri. Telur diletakkan terpisah-pisah pada bunga dan petiola. Telur berwarna kuning kehijauan dengan panjang 1,25 mm. Larva yang baru menetas membawa kulit telur di punggungnya. Daur hidup mencapai 30 hari. v Kutu Perisai Parlatoria proteus Curt. Kutu ibi tersebar luas dan terutama dijumpai pada tanaman anggrek Dendrobium sp., Renanthera sp., Vanda sp. dan jenis-jenis anggrek tanah, dan palem. Tanaman yang terserang berwarna kuning merana, kadang-kadang daun berguguran. Kutu mempunyai perisai berwarna coklat merah berukuran + 1,5 mm, kutu dewasa berwarna gelap berbentuk bulat, pipih, melekat pada bagian tanaman terserang. Telurnya diletakkan di bawah perisai/tempurung, sehingga tidak terlihat dari atas. Larva tidak bertungkai, berbentuk bulat. Kutu dewasa betina tidak bersayap sedangkan yang jantan bersayap. Pengorok Daun Gonophora xanthomela = Agonita spathoglottis Hama ini menyerang jenis-jenis anggrek Phalaenopsis amabilis, Vanda tricolor, V. coerulea, Arundina sp. dan Aspathoglottis sp. Lava mengorok bagian dalam daun dan meninggalkan bagian epidermis sehingga daun tampak transparan. Serangan berat terjadi pada musim hujan. Kumbang berukuran 6 mm, terdapat tanda hitam dan oranye. Telur diletakkan pada permukaan bawah daun dan ditutupi kotoran.
daunlebar dan kaku, berbentuk jantung, tulang daun jelas. mahkota bunga tidak tampak nyata; warna bunga merah, kuning, dan putih. menghasilkan biji yang bisa ditanam, tanpa daging buah, ada juga tumbuhan sejenis yang tidak menghasilkan biji. tinggi bisa mencapai lebih 2 meter. lebih sering dikembangkan biakkan dengan stek. JAKARTA, - Phalaenopsis atau anggrek bulan dan jenis anggrek lainnya merespons dengan cepat jika ada yang tidak beres di lingkungan mereka. Bintik hitam adalah salah satu tanda masalah. Dilansir dari The Spruce, Rabu 31/3/2021, langkah pertama dalam menangani bintik hitam pada daun anggrek adalah mendiagnosis masalahnya. Beberapa anggrek memiliki daun berbintik-bintik alami, jadi warnanya mungkin bercak daun juga bisa menandakan penyakit bakteri atau jamur. Gangguan jamur dan menyebabkan bercak daun, terutama jika tanaman dibiarkan terkena kelembaban pada malam yang dingin akan menjadi sebuah masalah yang serius jika dibiarkan. Baca juga Anggrek Layu? Periksa Kesalahan dalam Penyiramannya Ini Bahkan, penyakit ini mudah menular dan akan menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya melalui percikan air. 1. Busuk hitam Bahaya bagi anggrek setiap kali cuaca hujan atau lembab untuk waktu yang lama, busuk hitam dapat dengan cepat menghancurkan seluruh tanaman jika dibiarkan. Disebabkan oleh salah satu atau kedua jamur Pythium ultimum dan Phytophthora cactorum, busuk hitam mempengaruhi berbagai jenis anggrek. 2. Infeksi jamur Jamur penyebab busuk hitam pada anggrek terdiri dari spora yang mampu bergerak sendiri-sendiri, disebut zoospora, yang berenang melalui air. Baca juga Cara Merawat Tanaman Anggrek di Dalam Ruangan Jika air itu kebetulan berada di atas daun anggrek, zoospora dapat menembus jaringan tanaman dan memulai tahap berikutnya dalam siklus hidupnya. Setelah ini terjadi, tanda-tanda infeksi yang terlihat, seperti bintik kecil, berair, dan tembus cahaya, serta dapat mengembang dengan cepat dan berubah menjadi coklat lalu hitam. Jika tidak dirawat, tanaman atau tanaman yang terkena dapat menginfeksi orang lain dan mungkin akan mati. Gejala Sesuai dengan namanya, busuk hitam muncul sebagai bintik hitam kehitaman atau lesi pada bagian tanaman yang terserang. Bintik hitam tersebut membesar dengan cepat dan dapat menyebar ke seluruh tanaman. Jika dibiarkan mencapai mahkota anggrek monopodial bertangkai tunggal, busuk akan mematikan tanaman. Daun anggrek yang terkena dapat menguning di sekitar area yang terinfeksi, dan lesi itu sendiri akan lunak dan mengeluarkan air saat ditekan. SHUTTERSTOCK/SVF74 Ilustrasi bunga anggrek. Pencegahan Pot, media, atau sumber air yang tidak steril, serta air yang disiram dari tanaman di dekatnya, semuanya merupakan cara yang sangat baik untuk menyebarkan jamur. Jika anggrek Anda berada di luar, pertahankan 90 cm hingga 120 cm di atas tanah untuk menghindari kontaminasi percikan. Baik di luar maupun di dalam, jangan biarkan daun anggrek Anda tetap basah untuk waktu yang lama. Sirkulasi udara yang baik di area tumbuh adalah kuncinya. Pada tanda-tanda pertama infeksi, pisahkan semua tanaman yang terkena untuk menghindari kontaminasi tanaman yang sehat. Baca juga 4 Penyakit yang Umum Menyerang Anggrek, Apa Saja? SHUTTERSTOCK/POJVISTAIMAGE Ilustrasi bunga anggrek. Potong akar Untuk menghentikan penyebaran busuk hitam pada anggrek Anda, mulailah potong bagian tanaman yang sakit. Buang bagian daun yang terinfeksi, atau seluruh daun jika perlu, untuk menghentikan penyebaran jamur. Tempatkan tanaman di area yang mendapat sirkulasi udara yang baik agar potongan mengering. Gunakan fungisida Setelah bagian tanaman yang terinfeksi dihilangkan, fungisida harus diterapkan untuk melindungi jaringan sehat yang tersisa. Kayu manis adalah fungisida yang sangat baik, dan kayu manis giling dapat diaplikasikan langsung dari stoples rempah-rempah langsung ke area terbuka di bagian tanaman yang terinfeksi telah dipotong. Membasahi tanaman yang terkena dengan fungisida juga merupakan pilihan lainnya untuk mengatasi penyakit ini. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Hamayang menyerang tanaman ini antara lain ulat jengkal Boarmia bhurmitra, penggerek pucuk Alcalides cinchonae dan kutu putih Pseudaulacaspis pentagona. Penyakit yang dapat menginfeksi tanaman kina antara lain kanker batang garis (akibat jamur Upasia salmonicolor), sedangkan gulma pada kina antara lain adalah rumput lempuyang (Panicum repens ilustrasi Cara Merawat Anggrek sebagai Tanaman Hias di Rumah. Foto merupakan salah satu tanaman yang indah dan eksotis. Untuk menjaga keindahannya, penting untuk memperhatikan cara merawat anggrek sebagai tanaman hias di rumah yang dari situs anggrek merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan jenis tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah sendiri adalah tanaman hias yang sangat dihargai karena keindahan bunganya yang mengesankan. Namun, agar anggrek terlihat cantik dan cepat berbunga, diperlukan perawatan yang Merawat Anggrek sebagai Tanaman Hias ilustrasi Cara Merawat Anggrek sebagai Tanaman Hias di Rumah. Foto beberapa cara merawat anggrek sebagai tanaman hias di rumah agar tampil Menyiram secara TeraturTanaman anggrek harus disiram dengan teratur agar anggrek yang ditanam di pot cepat diingat, anggrek menyukai iklim lembap yang hangat. Siramlah dengan air bersuhu ruangan, jangan siram dengan air yang bersuhu dingin atau air es karena merusak sistem akar maupun daun Pilih Media Tanam yang TepatAgar bunga anggrek tumbuh subur, pilihlah media tanam yang tepat. Pasalnya, anggrek tak bisa tumbuh di tanah pot biasa. Gunakan campuran media tanam yang dibuat khusus untuk anggrek. Misalnya lumut, gabus atau potongan batu bata dan kulit kayu agar akar tanaman anggrek bisa juga penting agar tanaman sering berbunga. Namun, kombinasikan media tanam, air dan pupuk untuk menciptakan lingkungan sedikit asam sehingga anggrek bisa Memiliki Sirkulasi Udara yang BaikAnggrek membutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk tumbuh dengan baik. Tempatkan anggrek di tempat yang memiliki ventilasi yang cukup. Hindari menempatkan anggrek di dekat ventilasi udara yang langsung atau di tempat yang sangat udara yang baik membantu mencegah perkembangan jamur dan penyakit pada Menjaga Kebersihan dan Perlindungan AnggrekPastikan untuk menjaga kebersihan anggrek dengan membersihkan daun dan menghilangkan sisa-sisa bunga yang mati. Ini membantu mencegah perkembangan hama dan itu, perhatikan juga perlindungan dari hama dan penyakit. Inspeksi rutin untuk mengidentifikasi serangan hama atau tanda-tanda penyakit penting untuk menjaga kesehatan mengetahui cara merawat anggrek sebagai tanaman hias di rumah yang tepat, setiap orang dapat menghasilkan tanaman anggrek yang indah. Lisa Tanamananggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus, akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. 5.2. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek, yaitu: 1. Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. Serat Pakis yang telah digodok. 2. 2. Kulit kayu yang dibuang getahnya. 3. 0% found this document useful 0 votes53 views41 pagesDescriptionHama Dan Penyakit Pada AnggrekOriginal Title6. Hama Dan Penyakit AnggrekCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes53 views41 pagesHama Dan Penyakit AnggrekOriginal Title6. Hama Dan Penyakit AnggrekJump to Page You are on page 1of 41 You're Reading a Free Preview Page 8 is not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 15 to 38 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Tanamananggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus, akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. B. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek, yaitu: Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari Serat Pakis yang telah digodok. 2. Kulit kayu yang dibuang getahnya.Anggrek merupakan salah satu tanaman yang popular serta banyak dibudidayakan di Indonesia. Anggrek sendiri dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu anggrek epifit, anggrek litofit, anggrek terrestris, anggrek saprofit, dan anggrek dapat disebut juga sebagai hewan pengganggu yang dapat menyerang di berbagai bagian pada tanaman sehingga tanaman tersebut akan mengalami gangguan dalam perkembangan, bahkan hingga kematian. Hama menjadi salah satu masalah dalam budidaya suatu produksi tanaman secara dari serangan hama, terjadi penurunan produksi dari suatu tanaman secara signifikan, baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif. Berdasarkan suatu penelitian, diketahui kerugian yang disebabkan karena hama dan penyakit pada tanaman dapat mencapai 37% dari seluruh produksi, serta 13% diantaranya disebabkan karena infeksi dan serangan dari hama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang tepat agar dapat mengendalikan hama secara terpadu sejak beberapa jenis hama pada tanaman anggrek yang penting untuk diketahui, diantaranya yaitu 1. Tungau mitesHama pertama yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu tungau. Tungau merupakan kerabat dari serangga. Tungau memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu sebesar 0,2 mm. Contoh tungau yang dapat ditemukan pada tanaman anggrek yaitu Tennuipalvus orchidarum Parf dan Pseudoleptus vandergooti. Tungau ini pada umumnya menyerang pada bagian permukaan atas tanaman dan pada bawah ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan yang terdapat dalam jaringan tanaman sehingga menyebabkan daun menjadi keriput. Untuk memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida atau akarisida. Contohnya yaitu dicrofan, dursban, kelthane, dan omite. Dosis yang digunakan sebesar 0,1 – 0,2 % atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Trips Dichromothrips smithiHama kedua yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu Dichromothrips smithi atau biasa disebut dengan trips. Trips ini pada umumnya akan mengganggu pertumbuhan dari tanaman anggrek. Tanaman anggrek yang terserang oleh trips biasanya akan mengalami perubahan pada bentuk daun dan warna daun menjadi keperakan dan disertai adanya bercak abu-abu kehitaman serta dapat menyebabkan gugurnya kuntum hanya itu, ham aini juga dapat menyerang anggrep di pembibitan. Untuk dapat memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti kelthane, curacron, dan supracide. Dosis yang digunakan sebesar 0,1 – 0,2 % atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Kepik Mertila malayensisHama ketiga yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu Mertila malayensis, atau biasa disebut dengan kepik. Kepik pada umumnya menyerang daun pada tanaman anggrek, yang kemudian mengakibatkan terbentuknya bintik-bintik pada daun. Untuk memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya supracie, kalthane, dan decis. Dosis yang digunakan sebesar 0,2% atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Kutu tempurung Aspidiotus spKutu tempurung pada umumnya menyerang daun pada tanaman anggrek. Kutu ini berwarna merah kecoklatan. Tanaman anggrek yang terinfeksi oleh kutu ini akan memiliki daun yang tampak seperti bersisik. Selain itu, kutu ini juga dapat menyerang batang pada tanaman anggrek. Untuk memberantas kutu ini, dapat menggunakan insektisida contohnya seprti diazinon, hosthation, dan kelthane. Dosis yang digunakan sebesar 0,2 % atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Kutu perisai Parlatoria proteusJenis kutu lainnya yang umumnya menyerang tanaman anggrek yaitu kutu perisai. Kutu ini biasanya menyerang pada bagian bawah permukaan daun. Tanaman anggrek yang terserang oleh kutu ini akan memiliki warna daun kuning kecoklatan serta berguguran. Untuk memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti supracide, curacron, dan decis. Dosis yang digunakan sebesar 0,2% atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Kumbang gajah Orchidophilus aterrimusKumbang gajah atau dengan nama lain Orchidophilus aterrimus merupakan jenis hama berikutnya yang biasanya menyerang tanaman anggrek. Kumbang ini memakan bagian epidermis ujung atau pucuk tanaman. Jika serangan kumbang ini mencapai pada titik tumbuh atau pada meristem, akan terjadi kematian pucuk, yang kemudian mengakibatkan pertumbuhan tanaman anggrek menjadi menyerang pada bagian tersebut, kumbang ini juga dapat memakan bagian primordial bunga dan tunas muda. Hama ini dapat ditemukan pada helaian daun muda karena tempat tersebut merupakan tempat persembunyian mereka. Untuk dapat memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti spontan, curater, dan dharmofur. Dosis yang digunakan sebesar 0,2 % atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Kumbang kuning Oulema pectoralisJenis kumbang kedua yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu kumbang kuning. Kumbang ini pada umumnya menyerang bagian daun dari tanaman anggrek. Kumbang kuning memiliki warna kuning kehijauan. Untuk memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti supracide, democide, dan dursban. Dosis yang digunakan sebesar 0,2% atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Kumbang hitam Gonophora xanthomaJenis kumbang terakhir yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu kumbang hitam. Kumbang ini memiliki warna khas yaitu hitam dengan bintik-bintik jingga. Larva dari kumbang hitam memakan daun pada tanaman anggrek sehingga daun akan terlihat transparan. Untuk memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti supracide, kalthane, dan diazinon. Dosis yang digunakan sebesar 0,2% atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada Ulat Chiliaria othonaHama lainnya yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu ulat. Ulat ini akan memakan daun, kuncup bunga, bunga, bahkan tunas, sehingga bagian tanaman anggrek tersebut akan tampak bekas gigitan pada bagian tepi maupun pinggirannya. Untuk memberantas hama ini, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti curacron, regent, dan hostathion. Dosis yang digunakan sebesar 0,2% atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada SemutHama terakhir yang biasanya menyerang tanaman anggrek yaitu semut. Siapa sangka semut ternyata dapat menjadi hama bagi sebuah tanaman hias. Semut biasanya menyerang pada bagian kuncup bunga dan tunas muda secara berkelompok, dan kemudian meninggalkan bekas gigitan pada bagian hanya itu, semut juga dapat menjadi sumber kutu putih yang merupakan pengganggu bagi tanaman. Untuk memberantas semut, dapat menggunakan insektisida, contohnya seperti supracide, kalthane, dan seven. Dosis yang digunakan sebesar 0,2% atau sesuai dengan anjuran yang tertulis pada termasuk ke dalam keluarga besar tanaman berbunga atau berbiji tertutup Angiospermae, kelas tanaman berbiji tunggal monokotil, dan ordo orchidaceae. Sisi menarik dari anggrek yang memikat para pecinta tanaman hias yaitu untaian bunga yang tersusun indah serta memiliki corak dan bentuk yang beraneka perkembangannya, budidaya tanaman anggrek ini tidak akan terlepas dari infeksi penyakit yang ditimbulkan dari hama. Adanya infeksi penyakit akibat serangan hama akan menurunkan kualitas keindahan dari tanaman anggrek itu sendiri, sehingga harga jual dari tanaman anggrek juga akan ikut harga jual yang turun, tanaman anggrek juga dapat mengalami penurunan dalam ekspor akibat serangan dari hama yang menyebabkan infeksi penyakit pada anggrek.Penyiramandilakukan bila perlu. Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan dengan pupuk daun Bayfolan 15 cc/15 liter air atau larutan urea 10-20 gram/liter, 1-2 minggu sekali. Pengendalian hama penyakit: Menutup sungkup segera bila ada serangan, menyemprot Dihane M-45 atau Cobox pada dosis 0,1-0,2%.Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Anggrek – Hama dan Penyakit Tanaman merupakan dua masalah yang kerap menyerang tanaman, tak terkecuali juga pada tanaman anggrek. Hama dan penyakit pada tanaman anggrek biasanya disebabkan karena lingkungan sekitar tanaman yang tidak terjaga sehingga virus dan jamur menyebar ke tanaman anggrek. Hama dan penyakit pada tanaman anggrek merupakan salah satu hal yang paling ditakutkan, karena serangan hama dan penyakit menyebabkan tanaman anggrek menjadi sakit, seperti merusak daun, menghambat pertumbuhan dan membuat anggrek tidak indah lagi, bahkan beberapa kasus serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kematian pada tanaman anggrek. Baca Juga Cara Budidaya Anggrek Ada banyak sekali jenis hama dan penyakit pada tanaman anggrek. Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman anggrek, antara lain 1. Semut Gejala Merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian Rendam pot dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. 2. Belalang Gejala Pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Perlu pengamatan cermat pada jenis belalang berukuran kecil. Pengendalian Segera lakukan penyemprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik Bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. Baca Juga Cara Merawat Anggrek Dalam Pot Di Rumah 3. Tungau/kutu perisai Gejala Kutu menempel pada pelepah daun Kutu berwarna kemerahan dengan jumlah banyak Bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun Pengendalian Gosok dengan kapas dan air sabun Jika serangan sudah parah, harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. 4. Trips Gejala Kutu menempel pada buku-buku batang dan daun muda Menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun Merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. Pengendalian Semprot insektisida secara periodik dan teratur pot anggrek 5. Keong Gejala Menyerang lembaran daun anggrek. Merusak daun. Pengendalian Pada jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh; Pada jumlah banyak perlu disemprot menggunakan insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Dendrobium 6. Kumbang Gejala Menyebabkan lubang pada bagian yang terserang Akibat kumbang penggerek batang menyebabkan kerusakan di tengah batang yang tampak dari luar. Larva yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian Lakukan penyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin Bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru. 7. Ulat daun Gejala Menyerang dan merusak daun, kuncup bunga, tunas daun dan bunga yang sedang mekar. Pengendalian Pada jumlah sedikit bisa dibunuh dengan tangan Pada jumlah banyak lakukan penyemprotan insektisida sistemik Sebaiknya pisahkan tanaman yang terserang ulat daun dengan tanaman anggrek yang sehat. 8. Kepik Gejala Kepik akan menghisap cairan daun tanaman anggrek Muncul bintik putih/kuning Tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Bulan Pengendalian Lakukan penyemprotan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya, seperti ulat, kumbang dan trips. 9. Kutu tudung Gejala Daun menjadi kuning Tanaman menjadi tidak sehat Daun berwarna coklat dan mati Pengendalian Lakukan perawatan seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. 10. Kutu babi Gejala Kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut Tapi tidak menyerang tunas daun. Pengendalian Lakukan perendaman untuk mengusir kutu babi dari pot anggrek. 11. Red Spinder Gejala Menyebabkan bercak putih di bagian bawah daun Permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian Jika jumlahnya sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkoho Pada jumlah banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon, dicofol. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Dengan Sabut Kelapa Penyakit Tanaman Anggrek 1. Penyakit Rebah Kecambah Penyebab Penyebaran penyakit melalui air Gejala Pada awal penyerangan penyakit muncul bercak kecil bening pada permukaan daun, lalu melebar. Penyakit akan menular ke atas hingga titik tumbuh tunas serta pada bagian bawah hingga ujung akar. Kecambah anggrek akan membusuk dan mati Pengendalian Sebaiknya buang bibit yang sakit atau musnahkan dengan dibakar Pot dan kumpulkan kecambah dikeringkan dan semprot dengan fungisida. 2. Penyakit Buluk Penyebab Biasanya akibat kultur spora cendawan terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Gejala Biji anggrek tidak berkecambah Persemaian dalam botol akan gagal Kecambah akan mati atau layu jika terserang cendawan penyakit buluk Pengendalian Keluarkan media dari botol, lalu tutup botol kembali setelah dilakukan sterilisasi. Jika kecambah sudah terlanjur besarm segera keluarkan dari botol dan cuci dengan fungisida lalu tanam kecambah dalam pot. Baca Juga Cara Menanam Anggrek Hidroponik 3. Penyakit bercak coklat Penyebab Bakteri akan menginfeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. Gejala Menimbulkan bercak kecil bening pada pucuk daun. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot, Daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. Penyakit ini sangat ganas, karena mematikan dan cepat menular. Pengendalian Penyakit ini sangat sulit penyakit dikendalikan. Pada serangan yang parah, tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. 4. Penyakit busuk hitam Penyebab cendawan Phytopytora Omnivora. Gejala Pada pangkal daun muncul warna kehitaman Daun akan melunak dan busuk, akhirnya daun mati. Pengendalian Lakukan penyemprotan fungisida seperti Baycor Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau Banrot. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. Baca Juga Jenis Hama Penyakit Pada Tanaman Alpukat 5. Penyakit bercak hitam Penyebab Penyakit bercak hitam menular melalui akar dan alat yang tidak steril Gejala Pada tanaman yang terserang, akan timbul warna coklat kehitaman Penyakit menyerang dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Penyakit bercak hitam menyebabkan tanaman kerdil, dan mengakibatkan kematian. Pengendalian Potong dan buang bagian yang terserang bakteri bercak hitam Lakukan penyemprotan fungisida Siram alkohol atau bakar pada alat-alat potong sebelum digunakan agar steril. 6. Penyakit Cymbidium Penyebab virus Mozaic Cymbidium. Gejala Muncul bercak kekuningan pada tanaman anggrek lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran. Khusus pada Cattleya, bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Pada daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Pengendalian Penyakit ini hanya bisa dilakukan pencegahan dengan membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Baca Juga Hama Penyakit pada Tanaman Anggur 7. Penyakit busuk akar Penyebab cendawan Rhizoctonia Solani. Gejala Akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang Daun dan umbi batang menguning, berkeriput, tipis dan bengkok Tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat Pengendalian Potong dan buang bagian tanaman yang sakit, lalu bekas potongan di semprot dengan fungisida Benlate. 8. Penyakit bercak bercincin Penyebab virus TMVO Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum. Gejala Pada permukaan daun akan timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan. Pengendalian Penyakit ini hanya bisa dilakukan pencegahan dengan membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Baca Juga Hama dan Penyakit Tanaman Durian 9. Penyakit layu Penyebab cendawan Fusarium Oxyporium. Gejala Gejala mirip pada penyakit busuk akar, namun pada rhizoma terdapat garis-garis, atau lingkaran berwarna ungu. Pada serangan berat menyebabkan seluruh rhizoma menjadi ungu, dengan pembusukan pada umbi batang dan tanaman tidak sehat. Pengendalian Buang bagian yang terserang penyaki, lalu semprot bekasnya dengan Benlate. Segera pindah ke media tanam baru Usahakan mendapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. 10. Penyakit busuk lunak Penyebab bakteri Erwinia Cartovora. Gejala Daun dan akar membusuk serta berbau Penyakit cepat meluas, namun khusus pada rhizoma dan umbi batang, penyebarannya agak lambat. Pengendalian Sterillkan alat kebun Potong dan buang bagian yang terserang Lalu semprotkan Physan 20, pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Baca Juga Cara Mengatasi Busuk Buah Pada Tanaman Cabe 11. Penyakit busuk Penyebab cendawan Sclerotium Rolfsi. Gejala Terdapat bintik kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Pengendalian Potong dan buang bagian tanaman yang terserang penyakit. Semua media tanaman dan pot diberi desinfektan dengan larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik Natrippene 0,5 % selama 1 jam. 12. Penyakit bercak coklat Gejala Muncul bercak coklat pada permukaan daun Lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Pengendalian Buang bagian daun yang terserang penyakit Lakukan penyemprotan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. Baca Juga Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kentang Itulah beberapa tips Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Anggrek Paling Ampuh. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai sumber literasi bagi pembaca. Bly7aX.3g9z0yvdso.pages.dev/916 3g9z0yvdso.pages.dev/42 3g9z0yvdso.pages.dev/897 3g9z0yvdso.pages.dev/148 3g9z0yvdso.pages.dev/150 3g9z0yvdso.pages.dev/805 3g9z0yvdso.pages.dev/504 3g9z0yvdso.pages.dev/56 hama tanaman anggrek yang menyerang lembaran daun anggrek yaitu
![]()